
Pantau - Sayuran hijau yang dipasarkan sebagai protein greens dapat menambah asupan protein nabati, tetapi kandungannya masih relatif kecil sehingga tidak dapat menggantikan sumber protein utama dalam makanan.
Pakar gizi terdaftar Melanie Marcus menjelaskan protein greens merupakan campuran sayuran hijau yang dipilih karena secara alami mengandung protein lebih tinggi dibandingkan selada biasa.
Mengutip Real Simple, Selasa (22/9/2026), campuran tersebut dapat terdiri atas pucuk kacang polong, bayam, kale, pokcoy, serta jenis sayuran hijau lainnya.
Satu kemasan protein greens seberat sekitar 119 gram dapat mengandung sekitar 5 gram protein.
Protein Greens Tetap Dikategorikan Sayuran
Marcus mengatakan kandungan tersebut memang lebih tinggi dibandingkan selada biasa, tetapi protein greens tetap merupakan sayuran dan bukan sumber protein utama.
Selain memberikan tambahan protein nabati, sayuran tersebut mengandung serat serta berbagai vitamin dan mineral.
Menurut Marcus, konsumen tidak perlu membeli protein greens semata-mata karena kandungan proteinnya apabila lebih menyukai selada atau sayuran hijau lainnya.
Kebutuhan protein dalam menu dapat dipenuhi dengan menambahkan bahan makanan lain yang memiliki kandungan protein lebih tinggi.
Edamame hingga Salmon Bisa Jadi Pilihan
Untuk meningkatkan kandungan protein dalam salad, Marcus menyarankan penambahan bahan seperti edamame, lentil, ayam, salmon, dan cottage cheese.
Setengah cangkir edamame mengandung sekitar 9 gram protein, sedangkan sekitar 85 gram ayam matang menyediakan sekitar 25 gram protein.
Salmon dalam porsi sekitar 85 gram mengandung sekitar 20 gram protein, sementara setengah cangkir cottage cheese menyediakan sekitar 12 hingga 14 gram protein.
Marcus mengatakan pemilihan sayuran tetap dapat mempertimbangkan rasa dan selera karena sebagian besar kebutuhan protein sebaiknya diperoleh dari bahan makanan dengan kandungan protein yang lebih tinggi.
- Penulis :
- Aditya Yohan




