HOME  ⁄  Lifestyle

Pakar UI Peringatkan Minuman Kekinian Tinggi Gula Berisiko Picu Diabetes hingga Gangguan Jantung

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pakar UI Peringatkan Minuman Kekinian Tinggi Gula Berisiko Picu Diabetes hingga Gangguan Jantung
Foto: (Sumber :Ilustrasi: minuman kekinian yang merebak di banyak tempat di Indonesia. ANTARA/Nanien Yuniar.)

Pantau - Pakar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Dr. Widyatuti mengingatkan masyarakat agar lebih bijak mengonsumsi minuman kekinian karena kandungan gula, krimer olahan, pemanis tambahan, dan teh pekat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Widyatuti yang juga Ketua Klaster Family and Community Empowerment FIK UI mengatakan kombinasi bahan dalam satu porsi artisan milk tea dapat memicu gangguan metabolisme serius apabila dikonsumsi secara berlebihan.

"Dampak negatif tersebut meliputi obesitas, resistensi insulin yang berujung pada diabetes melitus tipe 2, hingga gangguan sistem kardiovaskular," katanya di Depok, Jumat (25/9/2026).

Data International Diabetes Federation (IDF) dalam Atlas Diabetes edisi ke-11 tahun 2024 mencatat sebanyak 20,4 juta warga Indonesia hidup dengan diabetes.

Dalam data tersebut, Indonesia berada di posisi kelima dunia berdasarkan jumlah penderita diabetes setelah Pakistan, Amerika Serikat, India, dan China.

Satu Porsi Bisa Capai Batas Gula Harian

Widyatuti mengatakan Kementerian Kesehatan merekomendasikan batas konsumsi gula maksimal empat sendok makan atau setara 50 gram per orang per hari.

Batas tersebut direkomendasikan untuk membantu menjaga stabilitas glukosa darah dan mencegah beban metabolik berlebih.

Namun, satu porsi artisan milk tea di pasaran diperkirakan dapat menyumbang sekitar 70 hingga 100 persen dari batas konsumsi gula harian tersebut.

Selain gula, kandungan kafein dari teh pekat juga perlu diperhatikan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Konsumsi kafein berlebih berisiko memicu kecemasan, palpitasi jantung, gangguan tidur, dan masalah pencernaan, khususnya bagi orang yang sensitif terhadap kafein, anak-anak, serta ibu hamil.

"Popularitas artisan milk tea sering kali membuat masyarakat terbuai oleh cita rasa, aroma khas, dan estetika visualnya. Istilah 'artisan' kerap disalahartikan sebagai produk yang pasti alami atau jelas sehatnya. Oleh karena itu edukasi mengenai batas aman asupan gula dan kafein sangat krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam gaya hidup yang merusak metabolisme tubuh," ucap Dr. Widyatuti.

Pakar UI Sarankan Pilih Kadar Gula Terendah

Sebagai langkah pencegahan, Widyatuti mengimbau masyarakat memilih tingkat kemanisan atau sugar level terendah, seperti less sugar 30 persen atau no sugar.

Krimer bubuk olahan maupun krimer kental manis juga disarankan diganti dengan susu rendah lemak atau low-fat maupun susu nabati atau plant-based.

Pilihan topping berkalori tinggi seperti boba, cheese foam, dan puding sebaiknya turut dibatasi.

Widyatuti menyarankan artisan milk tea ditempatkan sebagai minuman yang dikonsumsi sesekali, sementara kebutuhan cairan harian tetap dipenuhi terutama melalui air putih.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026