HOME  ⁄  Lifestyle

Kementerian Pariwisata Dorong Batik Menjadi Pengalaman Wisata bagi Turis Mancanegara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian Pariwisata Dorong Batik Menjadi Pengalaman Wisata bagi Turis Mancanegara
Foto: (Sumber :Arsip Foto - Wisatawan ikut belajar membatik massal di Kampung Batik Kauman, Solo Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025). (ANTARA FOTO/Maulana Surya).)

Pantau - Kementerian Pariwisata mendorong batik menjadi bagian dari layanan wisata pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan mancanegara dengan menawarkan proses membatik hingga pemahaman terhadap filosofi di balik warisan budaya Indonesia tersebut.

Batik Dinilai Punya Daya Tarik bagi Wisatawan Asing

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan potensi batik tidak hanya terletak pada produk yang dihasilkan, tetapi juga proses pembuatannya.

"Potensi batik sangat menarik karena batik bukan sekadar produk, tetapi juga proses dan filosofi hidup. Ini yang disebut UNESCO sebagai warisan budaya takbenda sejak 2009," kata Ni Made Ayu Marthini kepada wartawan di Jakarta pada Rabu.

Menurut Made, wisatawan dari negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand umumnya tertarik terhadap batik karena memiliki kedekatan budaya.

Batik juga dinilai dapat menarik wisatawan Jepang dan Korea Selatan yang umumnya menghargai keahlian serta menyukai detail.

Wisatawan dari sejumlah negara Eropa seperti Belanda, Jerman, dan Prancis juga menjadi pasar potensial karena ketertarikan mereka terhadap budaya dan slow fashion.

Sementara itu, wisatawan dari Amerika dan Australia dinilai memiliki ketertarikan terhadap cerita yang menyertai sebuah produk budaya.

Made mengatakan pengenalan batik kepada wisatawan asing perlu terus ditingkatkan, termasuk dengan memasukkan kampung batik ke dalam rencana perjalanan yang ditawarkan agen perjalanan.

Regenerasi perajin juga dinilai perlu dilakukan untuk menghadirkan lebih banyak pembatik muda yang dapat mendukung pengembangan wisata berbasis pengalaman.

Kampung Batik Masuk Program Desa Wisata

Kementerian Pariwisata menjadikan batik sebagai bagian dari program Desa Wisata Budaya dan Desa Wisata Batik untuk mendukung pengembangan layanan wisata tersebut.

Sejumlah destinasi yang mengandalkan batik sebagai daya tarik utama antara lain Kampung Batik Kauman dan Laweyan di Solo serta Desa Wisata Batik Giriloyo di Yogyakarta.

Destinasi lainnya meliputi Kampung Batik Pesindon dan Kauman di Pekalongan, Desa Wisata Batik Trusmi di Cirebon, serta Kampung Batik Lasem di Rembang.

Pemerintah memberikan dukungan kepada pengelola desa wisata melalui pelatihan penyelenggaraan layanan penginapan, pemasaran digital, pembuatan e-katalog, serta penerapan Kebersihan, Keamanan, Kesehatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE).

Kementerian Pariwisata juga mempromosikan batik melalui Festival Batik Pekalongan dan Solo Batik Carnival yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara.

Promosi turut dilakukan melalui pameran wastra, kampanye #DiIndonesiaAja dan Wonderful Indonesia, serta program perjalanan wisata pengenalan yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk merasakan langsung pengalaman membatik.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026