HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Ungkap Lima Cara Sederhana Mencegah Penularan Influenza A, Vaksinasi dan Kebersihan Jadi Kunci

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dokter Ungkap Lima Cara Sederhana Mencegah Penularan Influenza A, Vaksinasi dan Kebersihan Jadi Kunci
Foto: (Sumber :Arsip foto - Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Senin (5/1/2026).(ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU).)

Pantau - Dokter spesialis mikrobiologi klinik, dr. Andrew Adhytia Lieputra, Sp.MK, mengungkapkan lima langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan virus influenza A, mulai dari menjaga daya tahan tubuh hingga melakukan vaksinasi secara rutin.

Dokter lulusan Universitas Diponegoro tersebut menjelaskan bahwa influenza A merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menular dengan mudah, terutama melalui partikel pernapasan dari penderita.

"Virus influenza terus beredar dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sehingga pencegahan tetap penting dilakukan setiap tahun," kata Andrew dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan influenza A, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan mengalami komplikasi.

Lima Langkah Mencegah Penularan Influenza A

Andrew menjelaskan bahwa langkah pertama adalah menjaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, mencukupi waktu tidur, dan mempertahankan kondisi kesehatan secara umum.

Kebiasaan tersebut dapat membantu sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan baik dalam menghadapi berbagai infeksi, termasuk influenza.

Langkah kedua adalah melakukan vaksinasi influenza secara berkala, yang umumnya dianjurkan setiap tahun, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi.

Vaksinasi tahunan diperlukan karena virus influenza terus mengalami perubahan sehingga komposisi vaksin dapat diperbarui mengikuti jenis virus yang diperkirakan beredar.

Selain itu, perlindungan antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi juga dapat menurun seiring berjalannya waktu.

Langkah ketiga adalah menggunakan masker ketika berada dalam situasi yang berisiko meningkatkan penularan, khususnya di tempat ramai atau ruangan tertutup.

"Penggunaan masker membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan dari orang yang sedang sakit sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi orang di sekitarnya," kata Andrew.

Langkah keempat adalah menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar untuk mencegah penyebaran virus melalui percikan saluran pernapasan.

Masyarakat disarankan tidak menutup hidung dan mulut menggunakan telapak tangan ketika batuk atau bersin, melainkan memakai tisu sekali pakai yang langsung dibuang ke tempat sampah.

Apabila tisu tidak tersedia, bagian dalam siku atau lengan atas dapat digunakan untuk menutup hidung dan mulut.

Langkah kelima adalah menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau memakai cairan pembersih tangan berbasis alkohol.

Kebiasaan tersebut penting karena virus influenza juga dapat berpindah melalui tangan yang terkontaminasi sebelum masuk ke tubuh ketika seseorang menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Kenali Gejala Influenza A dan Kelompok yang Berisiko Tinggi

Andrew menjelaskan bahwa virus influenza dapat menyebar melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan penderita ketika batuk, bersin, berbicara, maupun bernapas, terutama saat melakukan kontak dalam jarak dekat.

Setelah masuk ke dalam tubuh, virus akan menginfeksi sel-sel pada saluran pernapasan dan berkembang biak sehingga menimbulkan sejumlah gejala.

Gejala influenza A umumnya meliputi demam, menggigil, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, batuk, serta rasa lelah yang cukup berat.

Keluhan tersebut biasanya muncul dalam waktu satu hingga empat hari setelah seseorang terpapar virus influenza.

Meskipun sebagian penderita dapat pulih tanpa mengalami komplikasi serius, sejumlah kelompok masyarakat memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi berat.

Kelompok tersebut meliputi anak-anak berusia di bawah lima tahun, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Salah satu komplikasi influenza A yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau radang paru-paru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius.

Gejala pneumonia dapat berupa sesak napas, nyeri dada, tubuh sangat lemah, kesulitan makan atau minum, dehidrasi, hingga penurunan kesadaran.

Pada kelompok rentan, terutama lansia dan penderita gangguan sistem imun, gejala infeksi berat bahkan tidak selalu muncul dengan tanda-tanda yang khas.

Pemeriksaan Influenza A Bisa Dilakukan Melalui Tes Antigen dan PCR

Andrew mengatakan pemeriksaan untuk mendeteksi influenza dapat dilakukan menggunakan tes antigen cepat atau rapid antigen test melalui pengambilan sampel dari saluran pernapasan.

Sampel pemeriksaan biasanya diambil menggunakan metode usap atau swab pada bagian hidung maupun nasofaring.

Selain pemeriksaan antigen, metode polymerase chain reaction (PCR) dan pemeriksaan molekuler lainnya juga dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus influenza dengan tingkat sensitivitas yang lebih tinggi.

Pemeriksaan molekuler terutama bermanfaat bagi pasien yang mengalami gejala berat, membutuhkan perawatan di rumah sakit, atau memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi.

Andrew mengingatkan bahwa pencegahan influenza perlu dilakukan secara konsisten karena virus tersebut terus beredar dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Penerapan lima langkah pencegahan, mulai dari menjaga kesehatan tubuh, vaksinasi tahunan, penggunaan masker, etika batuk dan bersin, hingga kebersihan tangan, dapat membantu mengurangi risiko penularan influenza A di masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan
FLOII 2026