HOME  ⁄  Lifestyle

Studi Ungkap Kerja Sama Ayah dan Ibu Dapat Mengurangi Risiko Kelelahan Pengasuhan pada Orang Tua Baru

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Studi Ungkap Kerja Sama Ayah dan Ibu Dapat Mengurangi Risiko Kelelahan Pengasuhan pada Orang Tua Baru
Foto: (Sumber :Ilustrasi pengasuhan bayi yang masih menyusu ASI bersama keluarga. (ANTARA/Pexels-William Fortunato).)

Pantau - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kerja sama yang baik antara ayah dan ibu dalam mengasuh anak dapat membantu mengurangi risiko parental burnout atau kelelahan fisik dan emosional akibat tanggung jawab pengasuhan, terutama pada pasangan yang baru pertama kali memiliki anak.

Penelitian yang dilakukan Jacopo Tracchegiani dan Nicola Carone melibatkan 434 orang tua baru untuk mengkaji hubungan antara kualitas kerja sama pasangan dan tingkat kelelahan dalam menjalankan peran sebagai orang tua.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Reproductive and Infant Psychology tersebut menunjukkan bahwa pasangan dengan kerja sama pengasuhan yang lebih baik cenderung mengalami tingkat parental burnout lebih rendah.

Temuan itu dilaporkan Psychology Today pada Selasa (6/10/2026) dan menjadi perhatian karena masa awal menjadi orang tua sering diwarnai kurang tidur, peningkatan tanggung jawab, serta perubahan kebutuhan bayi.

Kerja Sama Pasangan Berperan dalam Mencegah Kelelahan Pengasuhan

Penelitian tersebut mengamati bagaimana ayah dan ibu bekerja sama dalam merawat anak, termasuk melalui komunikasi, pembagian tugas, dan dukungan emosional.

Para peneliti menemukan bahwa orang tua yang merasa memiliki pasangan yang kompak dalam pengasuhan cenderung mengalami tekanan emosional lebih rendah.

Kerja sama tersebut mencakup kesediaan pasangan untuk saling membantu, menghargai kontribusi masing-masing, dan membicarakan kebutuhan pengasuhan secara terbuka.

Pembagian tanggung jawab yang jelas juga dapat membantu mengurangi beban yang harus ditanggung salah satu pihak.

Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas hubungan kerja sama dalam pengasuhan berkaitan dengan kondisi emosional orang tua baru.

Kenali Tanda Kelelahan Pengasuhan pada Orang Tua Baru

Parental burnout merupakan kondisi kelelahan yang berkaitan dengan tuntutan menjalankan peran sebagai orang tua.

Kondisi ini tidak hanya ditandai dengan rasa lelah secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan emosional orang tua dengan anak.

Berdasarkan penelitian tersebut, terdapat beberapa tanda yang berkaitan dengan parental burnout, yaitu:

Kelelahan yang sangat intens dalam menjalankan tanggung jawab pengasuhan.

Munculnya jarak emosional antara orang tua dan anak.

Berkurangnya kepuasan dalam menjalankan peran sebagai orang tua.

Timbulnya perasaan tidak mampu menjadi orang tua yang baik.

Tekanan pengasuhan dapat meningkat ketika orang tua harus menyesuaikan diri dengan pola tidur bayi, kebutuhan perawatan, dan perubahan rutinitas sehari-hari.

Peneliti menyoroti periode sejak kehamilan hingga satu tahun setelah kelahiran sebagai masa yang memerlukan perhatian khusus.

Pada periode tersebut, pasangan masih beradaptasi dengan peran baru sekaligus berusaha membagi waktu antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan pengasuhan anak.

Ibu Dilaporkan Lebih Rentan Mengalami Kelelahan Pengasuhan

Penelitian juga menemukan adanya perbedaan tingkat parental burnout antara ibu dan ayah.

Dalam penelitian yang melibatkan 434 orang tua tersebut, ibu melaporkan tingkat kelelahan pengasuhan yang lebih tinggi dibandingkan ayah.

Peneliti mengaitkan temuan ini dengan beban pengasuhan yang umumnya lebih besar ditanggung ibu.

Tanggung jawab tersebut antara lain mencakup menyusui, merawat bayi pada malam hari, dan memenuhi kebutuhan anak sehari-hari.

Meski demikian, kelelahan pengasuhan tidak hanya dialami oleh ibu.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa ayah yang menjalankan peran sebagai pengasuh utama dapat mengalami tingkat burnout lebih tinggi.

Temuan ini menunjukkan bahwa besarnya tanggung jawab pengasuhan dan dukungan yang diterima menjadi faktor penting dalam kondisi emosional kedua orang tua.

Komunikasi dan Pembagian Tugas Dapat Memperkuat Pengasuhan

Penelitian menyoroti pentingnya komunikasi yang terbuka untuk membangun kerja sama pengasuhan yang lebih baik.

Pasangan dapat membicarakan kebutuhan anak, membagi tanggung jawab secara jelas, dan saling memberikan dukungan ketika salah satu pihak mengalami kelelahan.

Beberapa langkah yang sejalan dengan temuan penelitian tersebut meliputi:

Membicarakan kebutuhan pengasuhan secara terbuka agar kedua orang tua memahami tanggung jawab masing-masing.

Membagi tugas merawat anak untuk mengurangi beban yang terpusat pada satu pihak.

Memberikan dukungan emosional ketika pasangan mengalami tekanan atau kelelahan.

Menghargai peran masing-masing dalam memenuhi kebutuhan anak.

Meninjau kembali pembagian tanggung jawab ketika kebutuhan bayi atau kondisi keluarga berubah.

Kerja sama tersebut dapat membantu pasangan menghadapi perubahan besar yang terjadi setelah kelahiran anak.

Bagi orang tua yang mengalami tekanan berat dalam pengasuhan, dukungan dari tenaga profesional atau kelompok pendukung juga dapat menjadi pilihan untuk memperoleh bantuan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kerja sama pengasuhan yang baik dan tingkat kelelahan yang lebih rendah, meskipun temuan tersebut tidak berarti kerja sama pasangan dapat sepenuhnya menghilangkan risiko parental burnout.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026