
Pantau - Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, memperluas akses edukasi kesehatan reproduksi dan kebersihan menstruasi bagi remaja putri penyandang disabilitas melalui kerja sama lintas sektor untuk memastikan kelompok berkebutuhan khusus memperoleh informasi kesehatan secara setara.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi bagi puluhan siswi tunarungu di SLB B Tunas Harapan, Karawang, pada Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dengan Unicharm Indonesia untuk meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai menstruasi dan perawatan diri.
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Hardi Hermawan mengatakan anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan kesehatan reproduksi.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta seperti Unicharm sangat penting untuk menjangkau kelompok rentan ini agar tidak ada satu pun remaja putri yang tertinggal dalam menerima informasi kesehatan dasar," kata Hardi dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Puluhan Siswi Tunarungu di Karawang Ikuti Edukasi Menstruasi
Program edukasi kesehatan reproduksi tersebut dilaksanakan melalui kegiatan bertajuk Love Your Possibilities: We Can! di SLB B Tunas Harapan, Karawang.
Kegiatan dirancang secara interaktif agar materi kesehatan dapat diterima dengan lebih mudah oleh peserta yang memiliki hambatan pendengaran.
Penyampaian materi menggunakan alat bantu visual dan media bergambar untuk memperjelas informasi yang diberikan.
Selain itu, guru pendamping turut membantu menerjemahkan materi melalui bahasa isyarat selama kegiatan berlangsung.
Pendekatan tersebut digunakan untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan komunikasi para siswi tunarungu.
Peserta Diajarkan Cara Menjaga Kebersihan saat Menstruasi
Materi edukasi mencakup sejumlah pengetahuan dasar mengenai kesehatan reproduksi dan kebersihan diri selama menstruasi.
Para siswi mendapatkan penjelasan mengenai cara menjaga kebersihan tubuh ketika mengalami menstruasi.
Peserta juga diberikan informasi tentang pemilihan pembalut yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Selain pembelajaran mengenai perawatan diri, kegiatan tersebut membahas berbagai mitos dan fakta seputar menstruasi.
Penyampaian materi melalui gambar dan bahasa isyarat bertujuan membantu peserta memahami informasi kesehatan secara lebih jelas.
Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menilai metode edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas penting untuk memperluas jangkauan layanan informasi kesehatan.
Dinkes Karawang Tekankan Kesetaraan Hak Kesehatan Reproduksi
Hardi mengatakan pemenuhan hak kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
Menurutnya, kerja sama pemerintah daerah dan sektor swasta dapat membantu menjangkau kelompok yang menghadapi keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan.
Ia menekankan bahwa penyandang disabilitas berhak memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, manajemen kebersihan menstruasi, dan perawatan diri.
Karena itu, penyampaian informasi perlu mempertimbangkan kebutuhan komunikasi serta kondisi masing-masing kelompok peserta.
Upaya tersebut sejalan dengan pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk memperoleh pelayanan dan informasi kesehatan secara setara.
BPS Catat Lebih dari 75 Persen Anak Disabilitas Belum Mendapat Akses Pendidikan Memadai
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Potret Penyandang Disabilitas di Indonesia: Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 yang diterbitkan pada Desember 2024, lebih dari 75 persen anak penyandang disabilitas belum memperoleh akses pendidikan yang memadai.
Data tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam pemenuhan akses pendidikan bagi anak penyandang disabilitas di Indonesia.
Sementara itu, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas telah mengatur berbagai hak penyandang disabilitas.
Hak tersebut mencakup akses terhadap kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi.
Melalui kolaborasi edukasi di Karawang, Dinas Kesehatan setempat berupaya memperluas penyampaian informasi kesehatan dasar kepada remaja putri penyandang disabilitas sesuai kebutuhan mereka.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan




