HOME  ⁄  Lifestyle

ASTINDO Dorong Pengembangan Wisata Ramah Muslim, Pasar Global Diproyeksikan Capai 262 Juta Wisatawan pada 2030

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

ASTINDO Dorong Pengembangan Wisata Ramah Muslim, Pasar Global Diproyeksikan Capai 262 Juta Wisatawan pada 2030
Foto: (Sumber :Ketua Umum ASTINDO Pauline Suharno menjelaskan potensi besar dalam menggarap pasar wisata ramah muslim dalam pembukaan ASTINDO Muslim Friendly Travel Fair (AMTF) 2026 di Jakarta, Jumat (16/10/2026). (ANTARA/HO-ASTINDO).)

Pantau - Asosiasi Agen Perjalanan Wisata Indonesia (ASTINDO) mendorong pelaku industri pariwisata untuk memanfaatkan peluang wisata ramah muslim seiring meningkatnya jumlah wisatawan muslim internasional yang diproyeksikan mencapai 262 juta orang pada 2030.

Ketua Umum ASTINDO Pauline Suharno mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata ramah muslim, baik sebagai negara tujuan wisata maupun sebagai pasar wisatawan yang bepergian ke luar negeri.

Menurutnya, pengembangan sektor tersebut tidak cukup hanya dengan menyediakan paket perjalanan, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan wisatawan.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam ekosistem wisata ramah muslim, baik sebagai negara tujuan maupun sebagai pasar wisatawan yang ingin menjelajahi dunia. Tantangannya bukan hanya menyediakan paket wisata, tetapi juga memastikan wisatawan mendapatkan informasi yang tepat, pilihan layanan yang sesuai, serta rasa aman dan nyaman selama perjalanan,” kata Pauline dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan ASTINDO Muslim Friendly Travel Fair (AMTF) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 16–18 Oktober 2026.

Wisatawan Muslim Global Diproyeksikan Capai 262 Juta pada 2030

Pauline menjelaskan bahwa kebutuhan perjalanan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim terus membuka peluang bagi industri pariwisata global.

Berdasarkan laporan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index 2026, jumlah wisatawan muslim internasional mencapai sekitar 196 juta orang pada 2025.

Jumlah tersebut meningkat sebesar 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laporan yang sama memproyeksikan jumlah wisatawan muslim internasional akan mencapai 262 juta orang pada 2030.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya potensi pasar wisata ramah muslim dalam industri perjalanan internasional.

ASTINDO menilai perkembangan ini perlu direspons melalui penyediaan layanan wisata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain paket perjalanan, pelaku industri juga perlu memperhatikan kemudahan memperoleh informasi dan ketersediaan fasilitas pendukung.

Indonesia Tempati Peringkat Kedua Destinasi Ramah Muslim Dunia

Dalam Global Muslim Travel Index 2026, Indonesia menempati peringkat kedua bersama Turki dan Arab Saudi sebagai destinasi wisata ramah muslim terkemuka di dunia.

Posisi tersebut menunjukkan daya saing Indonesia dalam menyediakan layanan perjalanan bagi wisatawan muslim.

Pauline menilai Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisinya melalui pengembangan fasilitas dan peningkatan kualitas pelayanan.

Menurut ASTINDO, wisata ramah muslim tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan halal dan fasilitas ibadah.

Faktor keselamatan, kemudahan akses informasi, pengalaman wisata yang autentik, serta dukungan teknologi juga menjadi pertimbangan wisatawan dalam menentukan perjalanan.

Oleh karena itu, penyedia layanan perjalanan perlu memahami kebutuhan wisatawan agar dapat menawarkan pilihan yang sesuai.

ASTINDO Gelar Pameran Wisata Ramah Muslim di Jakarta

Untuk memperkenalkan berbagai pilihan perjalanan, ASTINDO menyelenggarakan ASTINDO Muslim Friendly Travel Fair 2026 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta.

Pameran tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Oktober 2026.

Kegiatan ini menghadirkan beragam pilihan paket wisata ramah muslim melalui dukungan mitra industri perjalanan.

AMTF 2026 mengusung tema “Go with Comfort – Reach Your Destination” yang menekankan pentingnya kenyamanan dalam merencanakan perjalanan.

Melalui pameran tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai pilihan perjalanan yang mempertimbangkan kebutuhan wisatawan muslim.

ASTINDO juga menekankan pentingnya pendampingan tenaga profesional agar wisatawan dapat merencanakan perjalanan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

ASTINDO Tekankan Makanan Halal dan Fasilitas Ibadah

Pauline mengatakan kenyamanan wisatawan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan layanan perjalanan ramah muslim.

Ketersediaan makanan halal dan tempat ibadah menjadi bagian dari kebutuhan yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan perjalanan.

Selain itu, wisatawan juga membutuhkan informasi yang jelas mengenai fasilitas dan layanan di destinasi tujuan.

Dukungan agen perjalanan profesional diharapkan dapat membantu masyarakat menentukan pilihan wisata dengan lebih percaya diri.

Melalui AMTF 2026, ASTINDO berupaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan paket perjalanan ramah muslim.

Pameran tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri pariwisata Indonesia yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026