HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Ingatkan Pasien TB Wajib Pakai Masker di Rumah, Dua Minggu Pertama Pengobatan Berisiko Menularkan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dokter Ingatkan Pasien TB Wajib Pakai Masker di Rumah, Dua Minggu Pertama Pengobatan Berisiko Menularkan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Ilustrasi pemakaian masker pada anak. ANTARA/Pexels/Ketut Subiyanto/am.)

Pantau - Dokter spesialis paru mengingatkan pasien tuberkulosis (TB) untuk menggunakan masker selama menjalani pengobatan di rumah, terutama pada dua minggu pertama, guna mengurangi risiko penularan kepada anggota keluarga.

Dokter spesialis paru konsultan infeksi Dr. dr. Fathiyah Isbaniah, Sp.P(K), M.Pd.Ked., mengatakan pasien TB tidak harus terus berada di dalam kamar selama menjalani pengobatan.

Menurutnya, pasien tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan memperhatikan langkah pencegahan penularan dan disiplin mengonsumsi obat.

“Tidak di kamar terus, bisa beraktivitas seperti biasa. Tapi dia harus segera minum obat,” kata Fathiyah saat dihubungi wartawan, Sabtu (17/10/2026).

Ia menekankan bahwa pengobatan yang segera dimulai dan dijalani secara teratur menjadi bagian penting dalam pengendalian tuberkulosis.

Dua Minggu Pertama Pengobatan TB Perlu Perhatian Khusus

Fathiyah menjelaskan bahwa penggunaan masker sangat penting pada dua minggu pertama pengobatan karena risiko penularan masih dinilai lebih tinggi.

Pasien TB yang masih berpotensi menularkan penyakit perlu menjaga kebersihan pernapasan ketika berada di sekitar anggota keluarga.

“Kalau dua minggu pertama dianggap yang paling menularkan itu menggunakan masker,” ujarnya.

Selain memakai masker, pasien dianjurkan tidak batuk atau membuang ludah sembarangan untuk mengurangi risiko penyebaran bakteri penyebab TB.

Penggunaan masker perlu disertai kepatuhan menjalani pengobatan sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

Pasien juga perlu mengikuti evaluasi medis untuk memastikan perkembangan pengobatan dan risiko penularannya.

Anggota Keluarga yang Kontak Erat dengan Pasien TB Perlu Diperiksa

Fathiyah menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi seluruh anggota keluarga yang tinggal bersama pasien tuberkulosis.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya TB aktif maupun infeksi TB laten pada orang yang berkontak erat.

“Semua anggota keluarga yang kontak dengan pasien TB tersebut sebaiknya diperiksa,” katanya.

Anggota keluarga yang terdiagnosis TB aktif perlu memperoleh pengobatan sesuai kondisi medisnya.

Sementara itu, orang dengan infeksi TB laten dapat diberikan terapi pencegahan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian tenaga kesehatan.

Pemeriksaan kontak erat juga penting karena seseorang dapat mengalami infeksi TB tanpa menunjukkan gejala penyakit aktif.

Dokter Sarankan Pasien TB Gunakan Masker Saat Berada di Rumah

Guru Besar Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K), turut menekankan pentingnya penggunaan masker oleh pasien TB.

Menurut Faisal, pasien dengan TB yang masih berpotensi menularkan penyakit perlu menggunakan masker saat berada di lingkungan rumah.

“Terutama kalau dia positif, sebenarnya yang sakit itu pakai masker. Pakai masker 24 jam di rumahnya,” katanya kepada ANTARA, Sabtu (17/10/2026).

Faisal juga mengingatkan pasien agar tidak membuang dahak sembarangan.

“Kalau dia buang dahak, langsung ke kloset, langsung disiram,” ujarnya.

Selain menjaga kebersihan, pemeriksaan anggota keluarga perlu menjadi perhatian karena mereka memiliki kontak dekat dengan pasien.

Pemeriksaan terutama perlu diprioritaskan bagi anak-anak dan orang dengan penyakit penyerta yang dapat meningkatkan risiko mengalami TB.

Peralatan Makan Pasien TB Tidak Harus Dipisahkan

Fathiyah menjelaskan bahwa peralatan makan dan perlengkapan mandi pasien tuberkulosis tidak harus dipisahkan secara khusus dari anggota keluarga lainnya.

Hal tersebut karena TB terutama menular melalui udara ketika penderita TB paru atau tenggorokan yang menular mengeluarkan partikel mengandung bakteri ke udara.

Dengan demikian, langkah pencegahan perlu difokuskan pada pengobatan yang teratur, penggunaan masker, dan pemeriksaan orang yang berkontak erat.

Sebagian besar pasien TB dapat menjalani pengobatan rawat jalan sesuai kondisi medis dan hasil penilaian dokter.

Keluarga diharapkan memberikan dukungan agar pasien tidak menghentikan pengobatan sebelum waktunya.

Anggota keluarga yang tinggal serumah juga dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengetahui kemungkinan paparan TB.

Upaya tersebut diperlukan untuk membantu mencegah penularan tuberkulosis di lingkungan rumah sekaligus mendukung keberhasilan pengobatan pasien.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026