
Pantau - Sejumlah ahli gizi menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan hasil fermentasi seperti yoghurt, kefir, kimchi, dan tempe secara bertahap untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan dan menjaga keseimbangan mikrobioma usus.
Ahli gizi Alex Prutting menjelaskan bahwa makanan fermentasi dapat membantu meningkatkan keragaman mikroorganisme baik dalam usus sekaligus mengurangi peradangan.
"Makanan fermentasi mendukung kesehatan usus terutama dengan meningkatkan keragaman mikrobioma usus dan mengurangi peradangan," kata Prutting sebagaimana dikutip dari Eating Well, Sabtu (17/10/2026).
Manfaat tersebut berkaitan dengan kandungan nutrisi dan mikroorganisme yang terdapat dalam sejumlah makanan hasil fermentasi.
Makanan Fermentasi Berpotensi Meningkatkan Keragaman Bakteri Usus
Tinjauan penelitian pada 2022 menunjukkan bahwa konsumsi makanan fermentasi secara rutin dapat memengaruhi komposisi mikrobioma usus.
Salah satu penyebabnya adalah kandungan nutrisi dalam makanan fermentasi yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran pencernaan.
Sebuah studi klinis berskala kecil juga menemukan peningkatan keragaman mikrobioma usus pada peserta yang menjalani pola makan kaya makanan fermentasi selama 10 minggu.
Penelitian tersebut turut mencatat penurunan penanda inflamasi atau peradangan pada peserta.
Meski demikian, hasil penelitian tersebut tidak berarti seluruh makanan fermentasi memberikan manfaat yang sama karena kandungan dan proses pengolahannya dapat berbeda.
Ahli Gizi Sebut Tidak Ada Waktu Khusus untuk Mengonsumsinya
Ahli gizi Gabrielle Palmeri mengatakan makanan fermentasi dapat dikonsumsi kapan saja sesuai kebiasaan makan seseorang.
Menurutnya, hingga kini belum terdapat bukti ilmiah kuat yang menunjukkan waktu tertentu sebagai saat terbaik untuk mengonsumsi makanan fermentasi.
Sementara itu, nutrisionis Amanda Sauceda menyarankan masyarakat tidak langsung mengonsumsi makanan fermentasi dalam jumlah besar.
"Mulai lah dalam jumlah kecil dan perlahan," katanya.
Anjuran tersebut diberikan agar penambahan makanan fermentasi ke dalam pola makan sehari-hari dilakukan secara bertahap.
Beberapa pilihan makanan fermentasi yang dapat dikonsumsi antara lain yoghurt, kefir, kimchi, sauerkraut, miso, dan tempe.
Perhatikan Kultur Bakteri Hidup dan Kandungan Gula
Ahli gizi Jasmin Dieb mengingatkan bahwa tidak semua produk makanan fermentasi masih mengandung mikroorganisme hidup.
"Proses pengolahan seperti pemanasan atau pasteurisasi dapat mengurangi atau menghilangkan kultur bakteri hidup," katanya.
Oleh karena itu, konsumen disarankan memeriksa keterangan pada kemasan sebelum membeli produk makanan fermentasi.
Dieb menyarankan pemilihan produk dengan label "mengandung kultur hidup dan aktif" apabila ingin mendapatkan manfaat dari mikroorganisme hidup.
Selain itu, ahli gizi Renee Korczak menganjurkan masyarakat memilih makanan fermentasi dengan kandungan gula tambahan yang rendah.
Padukan Probiotik dengan Makanan Kaya Prebiotik
Palmeri juga menyarankan makanan fermentasi yang mengandung probiotik dikonsumsi bersama bahan pangan kaya serat prebiotik.
Beberapa sumber prebiotik yang dapat dipilih meliputi oat, pisang, bawang bombai, bawang putih, dan kacang-kacangan.
"Karena prebiotik adalah makanan bagi probiotik dan dapat membantu mendukung mikrobioma usus yang sehat," katanya.
Kombinasi makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik dapat menjadi bagian dari pola makan untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan.
Para ahli gizi menekankan pentingnya memperhatikan jenis produk, kandungan gula, keberadaan kultur bakteri hidup, serta jumlah konsumsi saat memasukkan makanan fermentasi ke dalam menu sehari-hari.
- Penulis :
- Gerry Eka




