HOME  ⁄  Lifestyle

Pakar Ungkap Cara Membangun Hubungan Sehat dengan Pasangan yang Mengalami Gangguan Mental, Komunikasi dan Batasan Jadi Kunci

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pakar Ungkap Cara Membangun Hubungan Sehat dengan Pasangan yang Mengalami Gangguan Mental, Komunikasi dan Batasan Jadi Kunci
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Cincin pernikahan. ANTARA/Pixabay/Ardika/am..)

Pantau - Membangun hubungan romantis dengan pasangan yang mengalami gangguan kesehatan mental membutuhkan komunikasi terbuka, saling memahami, dan batasan yang sehat agar kedua pihak dapat memberikan dukungan emosional tanpa mengabaikan kebutuhan pribadi.

Pendidik seksualitas holistik sekaligus pelatih hubungan dan keintiman Lauren Elise Rogers mengatakan hubungan yang sehat perlu dilandasi tanggung jawab masing-masing individu serta dukungan dari lingkungan sekitar.

Mengutip Psychology Today, Minggu (18/10/2026), Rogers menjelaskan bahwa hubungan romantis sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber dukungan emosional bagi seseorang yang menghadapi persoalan kesehatan mental.

Menurutnya, keluarga, teman, komunitas, dan tenaga profesional dapat membantu membangun sistem dukungan yang lebih luas bagi kedua pihak.

Jangan Jadikan Pasangan Satu-Satunya Sumber Dukungan Emosional

Rogers menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial di luar hubungan romantis agar seseorang tidak sepenuhnya bergantung kepada pasangannya.

Dukungan dari keluarga dan teman dapat membantu seseorang menghadapi tekanan emosional sekaligus mempertahankan kehidupan sosial yang sehat.

Selain itu, bantuan tenaga profesional diperlukan ketika seseorang membutuhkan penanganan khusus terkait kondisi kesehatan mentalnya.

Rogers menjelaskan bahwa pasangan dapat memberikan perhatian dan pendampingan tanpa harus mengambil alih seluruh tanggung jawab terhadap kondisi emosional orang yang dicintainya.

Pendekatan tersebut memungkinkan hubungan berkembang secara seimbang karena kedua pihak tetap memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.

Kedekatan emosional juga tidak harus dibangun dengan menghabiskan seluruh waktu bersama.

Tetap Jaga Rutinitas Pribadi dan Kemandirian

Rogers menyarankan setiap individu tetap mempertahankan kegiatan yang mendukung kesehatan fisik dan mental meskipun sedang menjalani hubungan romantis.

Kegiatan tersebut dapat berupa olahraga, menjalani terapi, menekuni hobi, serta menjaga pola makan yang sehat.

Menurutnya, rutinitas pribadi merupakan bagian penting dalam menjaga kesejahteraan emosional dan kemandirian seseorang.

Pada tahap awal hubungan, pasangan dapat mengatur frekuensi pertemuan agar aktivitas pribadi tetap berjalan dengan baik.

Pengaturan waktu tersebut juga membantu kedua pihak menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan hubungan romantis.

Dengan mempertahankan rutinitas masing-masing, pasangan dapat membangun kedekatan tanpa mengorbankan kegiatan yang penting bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Tetapkan Batasan agar Tidak Mengambil Alih Tanggung Jawab Pasangan

Selain komunikasi, Rogers menyoroti pentingnya memahami batas kemampuan masing-masing dalam memberikan dukungan.

Ia menjelaskan bahwa membantu pasangan menghadapi gangguan kesehatan mental berbeda dengan bertanggung jawab sepenuhnya atas proses pemulihannya.

Seseorang dapat mendengarkan keluhan, memberikan perhatian, dan membantu pasangan mencari layanan kesehatan mental yang sesuai.

Namun, pasangan tidak perlu menempatkan dirinya sebagai terapis atau pihak yang bertanggung jawab menyembuhkan kondisi tersebut.

Rogers menilai pembagian tanggung jawab yang jelas dapat membantu mencegah ketergantungan emosional yang berlebihan.

Bagi individu yang mengalami gangguan mental, menjalani perawatan dan menjaga kesehatan diri tetap menjadi tanggung jawab pribadi yang perlu diperhatikan.

Sementara itu, pasangannya dapat memberikan dukungan tanpa mengesampingkan kebutuhan fisik maupun emosionalnya sendiri.

Komunikasi Terbuka Membantu Hubungan Bertahan dalam Jangka Panjang

Rogers mengatakan komunikasi terbuka diperlukan agar kedua pihak dapat memahami kebutuhan, harapan, serta batasan masing-masing.

Pembicaraan mengenai kondisi emosional dan bentuk dukungan yang dibutuhkan dapat membantu pasangan menghindari kesalahpahaman.

Menurutnya, hubungan jangka panjang lebih memungkinkan berkembang secara sehat ketika kedua pihak memiliki sistem dukungan di luar hubungan romantis.

Sikap saling menghormati kemandirian juga diperlukan agar setiap individu tetap memiliki ruang untuk berkembang.

Selain itu, pasangan perlu memiliki kesediaan untuk menghadapi dan memperbaiki persoalan bersama ketika muncul perbedaan atau kesulitan.

Rogers menegaskan bahwa hubungan yang sehat tidak menuntut seseorang memiliki kondisi yang sempurna.

Kejujuran, kepercayaan, dan kemauan memahami perbedaan menjadi unsur penting dalam membangun kedekatan yang berkelanjutan.

Dengan komunikasi yang baik, batasan yang jelas, serta dukungan dari lingkungan dan tenaga profesional, pasangan dapat menjaga hubungan yang saling mendukung tanpa mengabaikan kesejahteraan masing-masing.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026