HOME  ⁄  Lifestyle

Metode Friend Stylist Bantu Atasi Lemari Penuh Pakaian, Begini Cara Mudah Memilah Baju yang Sudah Tidak Digunakan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Metode Friend Stylist Bantu Atasi Lemari Penuh Pakaian, Begini Cara Mudah Memilah Baju yang Sudah Tidak Digunakan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Tangan wanita melipat pakaian bersih, kaos oblong, celana jeans dan menaruhnya di keranjang cucian. (ANTARA/Shutterstock/myboys.me/pri.).)

Pantau - Metode friend stylist menjadi salah satu cara yang dapat membantu masyarakat mengatasi lemari penuh pakaian dengan memilah baju yang masih dibutuhkan dan barang yang sudah jarang digunakan tanpa harus mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan.

Metode tersebut diperkenalkan melalui laman Real Simple dan mengajak seseorang menilai kembali koleksi pakaiannya dengan membayangkan sudut pandang seorang teman yang diminta memilihkan pakaian.

Dilansir pada Rabu (21/10/2026), pendekatan ini dapat membantu pemilik pakaian membedakan barang yang benar-benar disukai dengan pakaian yang hanya tersimpan di dalam lemari.

Cara tersebut juga dapat diterapkan oleh seseorang yang sering merasa tidak memiliki pakaian untuk dikenakan meskipun lemarinya sudah dipenuhi berbagai jenis busana.

Cara Kerja Metode Friend Stylist untuk Memilah Pakaian di Lemari

Metode friend stylist dilakukan dengan membayangkan situasi ketika seseorang harus meminta bantuan teman untuk memilihkan pakaian dari lemari miliknya.

Sebagai contoh, seseorang sedang berada jauh dari rumah ketika pakaiannya terkena tumpahan kopi atau tiba-tiba harus menghadiri acara penting.

Dalam kondisi tersebut, orang itu membayangkan harus meminta seorang teman mengambilkan beberapa pakaian dari koleksi yang tersedia di rumah.

Pemilik pakaian kemudian mempertimbangkan barang mana yang diharapkan akan dipilih oleh temannya dan pakaian mana yang justru tidak ingin dikenakan.

Pakaian yang membuat seseorang berharap tidak dipilih dapat menjadi petunjuk bahwa barang tersebut sebenarnya sudah tidak terlalu dibutuhkan.

Melalui pendekatan tersebut, seseorang dapat mengevaluasi koleksi busananya berdasarkan kenyamanan, kesukaan, dan kebiasaan penggunaan sehari-hari.

Metode ini juga membantu mengurangi kecenderungan mempertahankan pakaian hanya karena sudah lama dimiliki atau merasa sayang untuk menyingkirkannya.

Melibatkan Teman Bisa Membantu Mengambil Keputusan

Pengelola jasa penataan rumah Tartan Organizing, Natalie Broyhill, menjelaskan bahwa melibatkan teman yang dipercaya dapat membantu proses pemilahan pakaian.

Menurutnya, kehadiran orang lain memberikan sudut pandang berbeda ketika seseorang mengalami kesulitan menentukan pakaian yang masih layak disimpan.

Keterikatan emosional terhadap barang tertentu sering kali membuat pemiliknya sulit mengambil keputusan meskipun pakaian tersebut sudah jarang digunakan.

Teman yang memahami kebiasaan berpakaian seseorang dapat membantu memberikan penilaian terhadap koleksi yang dimiliki.

Selain itu, teman juga dapat membantu mengenali alasan yang kerap digunakan untuk mempertahankan pakaian tertentu di dalam lemari.

Pendekatan tersebut memungkinkan pemilik pakaian mempertimbangkan kembali apakah suatu barang masih sesuai dengan kebutuhan dan gaya berpakaian saat ini.

Meski melibatkan pendapat orang lain, keputusan akhir mengenai pakaian yang akan disimpan atau disingkirkan tetap berada pada pemiliknya.

Siapkan Kotak Khusus agar Pakaian Tidak Kembali Menumpuk

Selain menggunakan metode friend stylist, proses penataan lemari juga perlu dilakukan secara terorganisasi agar hasil pemilahan lebih efektif.

Pengelola jasa penataan rumah Barbara Bock menyarankan agar seseorang menyiapkan kotak atau kantong khusus sebelum mulai memilah pakaian.

Wadah tersebut digunakan untuk mengumpulkan pakaian yang sudah diputuskan tidak akan disimpan kembali di dalam lemari.

Langkah ini bertujuan mencegah pakaian yang telah dipisahkan justru kembali masuk ke tempat penyimpanan.

Dengan menyediakan tempat khusus, pemilik pakaian dapat lebih mudah membedakan barang yang akan dipertahankan dengan barang yang akan dikeluarkan.

Pakaian yang masih dalam kondisi baik dapat dipertimbangkan untuk disumbangkan atau diberikan kepada orang lain yang membutuhkan.

Sementara itu, pakaian yang sudah tidak layak digunakan dapat dipisahkan untuk penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisinya.

Menata Lemari Bisa Dilakukan Sambil Mendengarkan Musik

Barbara Bock juga menyarankan agar kegiatan memilah pakaian dilakukan dalam suasana yang menyenangkan sehingga tidak terasa sebagai pekerjaan yang membebani.

Salah satu caranya adalah mendengarkan musik atau menikmati minuman favorit selama proses penataan berlangsung.

Kegiatan tersebut juga dapat dilakukan bersama teman agar proses pengambilan keputusan terasa lebih ringan.

Selain memberikan masukan mengenai pakaian, kehadiran teman dapat menjadi kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama.

Agar tidak menimbulkan kelelahan, proses pemilahan sebaiknya dilakukan dengan menetapkan batas waktu yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Pemilik pakaian tidak harus menyelesaikan seluruh isi lemari dalam satu waktu apabila jumlah barang yang perlu diperiksa cukup banyak.

Penataan dapat dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan bagian lemari yang paling penuh atau pakaian yang paling jarang digunakan.

Melalui metode friend stylist, kegiatan merapikan lemari dapat dilakukan dengan lebih terarah karena pemilik pakaian memiliki cara sederhana untuk mengevaluasi barang yang masih diperlukan.

Pendekatan tersebut memungkinkan seseorang mempertahankan pakaian yang benar-benar digunakan sekaligus mengurangi penumpukan barang yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026