
Pantau - Pelari maraton berisiko mengalami sejumlah cedera kaki setelah menyelesaikan perlombaan, mulai dari lecet dan kuku menghitam hingga gangguan tulang sesamoid, sindrom kuboid, serta fraktur navikular yang dapat membutuhkan penanganan medis serius.
Ahli podiatri dari Weil Foot & Ankle Institute di Chicago, Amerika Serikat, Dr. Jeffrey Baker, mengingatkan bahwa beberapa cedera kaki akibat lari jarak jauh memiliki gejala yang tidak selalu mudah dikenali.
"Cedera sesamoid jarang terjadi pada populasi umum, namun cukup sering ditemukan pada pelari," ujar Baker sebagaimana dikutip dari artikel The New York Post yang diterbitkan pada 30 Oktober 2026.
Menurutnya, tekanan berulang pada kaki selama latihan maupun perlombaan maraton dapat memicu gangguan pada tulang dan jaringan penopang kaki.
Pelari disarankan mengenali tanda-tanda cedera sejak dini agar kondisi yang awalnya ringan tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Cedera Sesamoid Berisiko Dialami Pelari dengan Lengkungan Kaki Tinggi
Salah satu cedera yang perlu diwaspadai pelari maraton adalah gangguan pada tulang sesamoid yang terletak di bawah ibu jari kaki.
Sesamoid merupakan dua tulang kecil berbentuk menyerupai kacang polong yang membantu ibu jari kaki mendorong tubuh ketika berjalan atau berlari.
Cedera pada bagian tersebut dapat muncul akibat tekanan berulang selama aktivitas fisik berintensitas tinggi.
Menurut Baker, pelari yang memiliki lengkungan kaki tinggi berisiko lebih besar mengalami cedera sesamoid.
Kondisi tersebut terjadi karena struktur kaki yang lebih kaku tidak cukup mendatar untuk membantu meredam benturan saat berlari.
Akibatnya, tekanan yang seharusnya tersebar ke seluruh bagian kaki justru lebih banyak bertumpu pada tumit dan bantalan kaki bagian depan.
Apabila tulang sesamoid mengalami keretakan, pasien umumnya perlu menggunakan sepatu bot khusus untuk berjalan selama empat hingga enam minggu.
Sementara itu, peradangan sesamoid atau sesamoiditis dapat ditangani dengan kompres es, obat antiinflamasi sesuai anjuran medis, serta mengurangi aktivitas yang memberikan tekanan pada kaki.
Pelari dengan kondisi tersebut juga dianjurkan menghindari berjalan tanpa alas kaki dan sementara beralih ke olahraga berdampak rendah.
Sindrom Kuboid Bisa Menyebabkan Nyeri di Sisi Luar Kaki
Selain cedera sesamoid, pelari maraton juga berisiko mengalami sindrom kuboid yang berkaitan dengan perubahan posisi tulang di bagian luar kaki.
Tulang kuboid terletak di sisi luar kaki dan berperan dalam menopang struktur serta pergerakan kaki.
Gangguan pada bagian tersebut dapat menyebabkan rasa sakit di sisi luar telapak kaki, terutama pada area antara tumit dan jari kelingking.
"Tulang kuboid merupakan tulang berbentuk persegi yang dapat sedikit bergeser dari posisi normalnya ke arah sisi luar kaki sehingga menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu saat berlari," kata Baker.
Menurutnya, pergeseran tulang kuboid dapat ditangani melalui teknik manipulasi yang dikenal sebagai cuboid whip.
Teknik tersebut dilakukan untuk membantu mengembalikan posisi tulang yang mengalami pergeseran.
Penanganan gangguan ini perlu dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi agar kondisi kaki dapat dinilai dan ditangani dengan tepat.
Fraktur Navikular Berpotensi Membutuhkan Operasi
Cedera lain yang perlu diperhatikan pelari maraton adalah fraktur pada tulang navikular akibat tekanan berulang.
Tulang navikular memiliki bentuk menyerupai ginjal dan berada di bagian tengah kaki, dengan pasokan darah yang relatif terbatas.
Baker menjelaskan bahwa keterbatasan sirkulasi darah membuat tulang tersebut lebih sulit memperbaiki kerusakan mikro akibat aktivitas berintensitas tinggi.
Kondisi tersebut dapat memicu keretakan tulang yang menimbulkan nyeri pada bagian atas dan tengah kaki.
Rasa sakit juga dapat muncul di sepanjang lengkungan bagian dalam kaki.
Menurut Baker, proses penyembuhan fraktur navikular akibat tekanan berulang dapat berlangsung lama.
Dalam banyak kasus, cedera tersebut bahkan memerlukan tindakan operasi untuk mengatasi kerusakan tulang.
Karena itu, pelari perlu mewaspadai nyeri yang menetap atau semakin berat setelah melakukan latihan maupun mengikuti perlombaan maraton.
Kenali Tanda Cedera Kaki yang Harus Segera Diperiksa Dokter
Baker menyarankan pelari segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kaki apabila mengalami gejala yang mengarah pada cedera serius.
Tanda yang perlu diwaspadai antara lain kaki memerah, terasa hangat, mengalami pembengkakan, atau tidak mampu menopang berat badan.
Gejala tersebut memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
"Rasa pegal atau nyeri pada kaki yang membuat orang kurang nyaman saat berjalan, tetapi tidak disertai kemerahan, rasa hangat, dan pembengkakan, kemungkinan besar merupakan tendinitis akibat penggunaan berlebihan," katanya.
Menurut Baker, nyeri akibat penggunaan kaki secara berlebihan tetap perlu diperhatikan meskipun tidak disertai tanda peradangan yang jelas.
Apabila keluhan tidak membaik setelah dua hingga tiga hari, pelari disarankan berkonsultasi dengan dokter ahli podiatri.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk membedakan gangguan jaringan lunak dengan kemungkinan cedera tulang yang membutuhkan penanganan khusus.
Dokter Sarankan Persiapan Sepatu Lari Empat hingga Enam Minggu Sebelum Maraton
Selain mengenali gejala cedera, pelari dianjurkan mempersiapkan kondisi tubuh dan perlengkapan sebelum mengikuti perlombaan maraton.
Pengaturan intensitas latihan menjadi salah satu langkah penting agar otot, tulang, dan jaringan penopang kaki memiliki waktu untuk beradaptasi.
Pelari juga disarankan mencoba perlengkapan yang akan digunakan beberapa minggu sebelum perlombaan.
Dokter spesialis kaki dari Balance Health di University Foot & Ankle Institute, California Selatan, Dr. Mario Porciello-Donnarumma, menekankan pentingnya membiasakan kaki dengan sepatu lari sebelum hari pertandingan.
"Kami menyarankan untuk menggunakan sepatu lari baru setidaknya selama empat hingga enam minggu sebelum hari perlombaan," kata Porciello-Donnarumma.
Menurutnya, penggunaan perlengkapan yang telah diuji selama latihan dapat membantu pelari menyesuaikan diri sebelum menghadapi jarak tempuh yang panjang.
Ia juga mengingatkan agar pelari tidak memaksakan diri melanjutkan perlombaan apabila mengalami cedera.
"Menumpukan beban pada kaki dapat memperparah cedera secara instan dan mengubah kondisi yang mungkin tidak memerlukan tindakan bedah menjadi keadaan darurat yang mengharuskan operasi," katanya.
Pelari yang mengalami cedera saat perlombaan disarankan segera berhenti dan mencari pertolongan medis untuk mencegah kerusakan jangka panjang.
- Penulis :
- Aditya Yohan




