
Pantau - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Rabu pukul 1.10.01 WIB dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Analisis BMKG dan Mekanisme Gempa
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyatakan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas deformasi batuan.
Daryono menjelaskan aktivitas deformasi batuan tersebut disebabkan oleh mekanisme slab pull pada Lempeng Sangihe.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme mendatar turun atau oblique normal.
Episenter gempa terletak pada koordinat 3,11 derajat Lintang Utara dan 122,89 derajat Bujur Timur.
Lokasi episenter berada di laut dengan jarak sekitar 248 kilometer arah barat laut Kota Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara.
Kedalaman gempa tercatat mencapai 487 kilometer.
Dampak Guncangan dan Imbauan BMKG
Berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap, gempa dirasakan di wilayah Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara.
Intensitas guncangan di wilayah tersebut berada pada skala II MMI.
Skala II MMI berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 11.20 WIB, hasil monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Daryono mengimbau masyarakat untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan







