
Pantau - TNI Angkatan Laut mengerahkan 200 personel Marinir, anjing pelacak, dan drone untuk mencari 19 prajurit Marinir yang menjadi korban tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Tunggul, menyatakan bahwa pengerahan personel dan teknologi ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban.
"Kami menerjunkan sebanyak 200 personel Marinir, dengan menggunakan teknologi drone, thermal, dan anjing pelacak", ungkapnya.
Empat Prajurit Gugur, 19 Masih Dalam Pencarian
Laksamana Tunggul juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya empat prajurit Marinir yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Ia menegaskan bahwa pencarian terhadap 19 prajurit lainnya yang belum ditemukan akan terus dilakukan secara maksimal.
"Kami memastikan bahwa seluruh hak almarhum dan keluarga akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta santunan maupun pendampingan akan terus diberikan", ia mengungkapkan.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan bahwa total 23 prajurit Marinir menjadi korban tertimbun longsor di wilayah tersebut.
"Terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun, longsor. Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan yang lainnya belum ditemukan", ungkapnya.
Para prajurit tersebut diketahui sedang melakukan latihan sebagai persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
Hujan Deras Dua Hari Diduga Sebabkan Longsor
Menurut keterangan resmi, wilayah Cisarua mengalami hujan deras selama dua hari berturut-turut saat latihan berlangsung.
"Mungkin itu yang mengakibatkan terjadinya longsor dan itu menimpa penduduk satu desa dan kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana", jelas Laksamana Ali.
TNI AL juga telah mengerahkan alat berat dan drone tambahan untuk mempercepat proses evakuasi.
Kementerian PUPR turut membantu penanganan dengan mengirimkan alat berat ke lokasi bencana.
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 38 kantong jenazah dari lokasi longsor di Cisarua.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








