Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemudik Motor Serbu Jalur Alternatif Jembatan Cirahong, Hindari Macet di Jalur Utama Tasikmalaya

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemudik Motor Serbu Jalur Alternatif Jembatan Cirahong, Hindari Macet di Jalur Utama Tasikmalaya
Foto: (Sumber : Jembatan Cirahong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (16/3/2026). (ANTARA/Farika Nur Khotimah).

Pantau - Sejumlah pemudik sepeda motor memanfaatkan jalur alternatif Jembatan Cirahong di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk menghindari kepadatan arus mudik Lebaran di jalur utama.

Kendaraan roda dua terlihat melintas secara bergantian karena lebar jembatan yang terbatas.

Pemudik bernama Yudhi Sthianasaputra mengaku memilih jalur tersebut karena perjalanan terasa lebih lancar.

"Jalurnya enak, tidak macet. Saya berangkat sekitar jam tujuh pagi dan perjalanan kira-kira lima jam," katanya.

Pemudik lain, Ridwan, yang melakukan perjalanan dari Ciamis ke Tasikmalaya juga memanfaatkan jalur alternatif tersebut.

"Ini jalur alternatif. Lebih mudah dan bisa mengurangi kemacetan," katanya.

Sementara itu, pemudik bernama Muliyadi menyebut jalur ini kerap menjadi pilihannya saat mudik.

"Kalau lewat kota biasanya lebih padat. Lewat sini lebih cepat," katanya.

Jembatan Cirahong menjadi salah satu pilihan pemudik karena mampu memangkas waktu perjalanan dibandingkan jalur perkotaan yang padat.

Meski demikian, kendaraan harus melintas secara bergantian mengingat kondisi jembatan yang tidak terlalu lebar.

Arus kendaraan roda dua tetap terpantau ramai namun relatif lancar di jalur tersebut.

Keberadaan jalur alternatif ini membantu mengurai kepadatan di jalur utama selama periode mudik Lebaran.

Jembatan Cirahong merupakan jalur kereta api Warung Bandrek–Cilacap yang dibangun pada tahun 1893 pada masa kolonial Hindia Belanda.

Jembatan ini membentang di atas Sungai Citanduy yang menjadi batas antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.

Struktur jembatan menggunakan rangka baja kisi berbentuk huruf X dengan penopang beton di kedua ujung serta dua pilar di bagian tengah.

Keunikan jembatan ini terletak pada sistem lalu lintas ganda, di mana bagian atas digunakan untuk lintasan kereta api dan bagian bawah dimanfaatkan sebagai jalur kendaraan bermotor.

Hingga kini, Jembatan Cirahong masih aktif digunakan sebagai penghubung transportasi sekaligus menjadi peninggalan infrastruktur bersejarah di wilayah selatan Jawa Barat.

Penulis :
Aditya Yohan