Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Perjalanan Mudik Bandung ke Tasikmalaya Memakan Waktu 14 Jam, Jalur Selatan Hadirkan Pengalaman Berbeda bagi Pemudik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Perjalanan Mudik Bandung ke Tasikmalaya Memakan Waktu 14 Jam, Jalur Selatan Hadirkan Pengalaman Berbeda bagi Pemudik
Foto: (Sumber : Penari menampilkan kesenian tradisional Sunda sebagai hiburan bagi pemudik yang beristirahat di pos terpadu Polresta Bandung di kawasan Nagreg, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026). ANTARA/Farika Nur Khotimah/aa.)

Pantau - Perjalanan mudik dari Bandung menuju Tasikmalaya melalui jalur selatan Jawa Barat dilaporkan memakan waktu hingga 14 jam dengan menghadirkan pengalaman beragam mulai dari keramaian kota hingga jalur nasional yang relatif lengang pada Rabu (18/3).

Aktivitas warga terlihat meningkat di sekitar masjid dan pusat perbelanjaan seperti King’s Shopping Center dan Parahyangan Plaza, meski area Alun-Alun Bandung ditutup sementara.

Seorang pedagang bernama Dewi mengatakan, "Kalau alun-alun dibuka, biasanya lebih ramai lagi," ungkapnya.

Persiapan dan Kondisi Awal Perjalanan

Sebelum meninggalkan Bandung, tim terlebih dahulu berburu oleh-oleh di Batagor Yunus di Jalan Kopo yang telah berdiri sejak 1972 dan ramai diserbu pembeli.

Harga batagor yang mulai dari Rp6.000 per biji menjadi daya tarik tersendiri di tengah meningkatnya kebutuhan jelang Lebaran.

Tim juga mengisi bahan bakar kendaraan sebesar Rp250.000 guna memastikan perjalanan menuju Tasikmalaya dapat ditempuh tanpa hambatan berarti.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju jalur selatan melalui Nagreg yang dikenal sebagai salah satu titik krusial arus mudik di Jawa Barat.

Jalur Nagreg dan Fasilitas Pemudik

Di sepanjang jalur Nagreg, ditemukan pos terpadu Polresta Bandung yang tidak hanya berfungsi sebagai titik pengamanan tetapi juga menghadirkan panggung kesenian tradisional Sunda bagi pemudik.

Kehadiran hiburan tersebut dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat sejenak dari perjalanan panjang sekaligus menikmati pertunjukan budaya.

Jalur selatan sendiri masih menjadi pilihan favorit karena menawarkan arus lalu lintas yang relatif lebih lengang dibanding jalur utama lainnya.

Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa mudik tidak hanya soal kecepatan mencapai tujuan, tetapi juga pengalaman perjalanan yang diwarnai berbagai aktivitas dan interaksi di sepanjang rute.

Penulis :
Ahmad Yusuf