Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kalsifikasi Koroner Dinilai Efektif untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung yang Sering Tak Bergejala

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kalsifikasi Koroner Dinilai Efektif untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung yang Sering Tak Bergejala
Foto: (Sumber : Pengukuhan Prof. Dr. dr. Antonia Anna Lukito, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC, FAsCC, FSCAI sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Jantung dan Pembuluh Darah pada 28 Maret 2026 di Auditorium FK UPH. ANTARA/HO-UPH..)

Pantau - Kalsifikasi koroner dinilai menjadi metode strategis untuk mendeteksi dini penyakit jantung yang kerap berkembang tanpa gejala hingga memasuki tahap berbahaya.

Ancaman Penyakit Jantung dan Pentingnya Deteksi Dini

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 19,8 juta kematian atau 32 persen dari total kematian global pada 2022.

Di Indonesia, prevalensi penyakit jantung juga meningkat signifikan menjadi 1,08 persen atau sekitar 2,29 juta orang pada 2023.

Fenomena ini menunjukkan bahwa penyakit jantung sering berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang jelas hingga kondisi sudah sulit ditangani.

Dalam orasi ilmiah yang disampaikan saat pengukuhan sebagai Guru Besar, Prof. Dr. dr. Antonia Anna Lukito menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko individu dalam pencegahan penyakit jantung.

Peran Kalsifikasi Koroner dalam Pencegahan

Kalsifikasi koroner merupakan penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner yang mencerminkan proses aterosklerosis yang berlangsung lama tanpa gejala.

Kondisi ini dinilai dapat menjadi indikator penting untuk melihat tingkat risiko penyakit jantung seseorang sejak dini.

“Kalsifikasi koroner memberikan bukti anatomis nyata dari proses aterosklerosis,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat kalsifikasi, semakin besar kemungkinan adanya plak pada pembuluh darah yang berdampak secara klinis.

Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kadar kolesterol tinggi turut mempercepat proses tersebut yang sering kali tidak disadari oleh penderitanya.

Dengan pemanfaatan kalsifikasi koroner, tenaga medis dapat mengidentifikasi risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum gejala muncul.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menekan angka kematian serta mengurangi beban ekonomi akibat penyakit jantung di masa mendatang.

Penulis :
Ahmad Yusuf