
Pantau - Kementerian Kebudayaan memperkuat kehadiran seni rupa Indonesia di panggung global melalui platform “Rising Currents” dalam ajang Art Central Hong Kong (ACHK) 2026.
Platform tersebut merupakan bagian dari tahap Rekognisi Internasional bidang seni rupa dalam program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.
“Hadirnya ‘Rising Currents’ di Art Central Hong Kong 2026 menandai langkah penting MTN Seni Budaya dalam menempatkan ekosistem seni rupa Indonesia dalam arus percakapan global,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.
MTN Dorong Ekosistem Seni Rupa Berdaya Saing Global
Fadli Zon menjelaskan bahwa kehadiran Indonesia dalam platform tersebut bukan sekadar partisipasi dalam pameran internasional, tetapi juga upaya membangun ekosistem seni rupa yang berkelanjutan.
“Lebih dari sekadar kehadiran, ini adalah upaya membangun ekosistem budaya yang memungkinkan talenta seni rupa Indonesia tumbuh berkelanjutan, menjalin jejaring, dan beresonansi dalam lanskap seni kontemporer dunia," ujarnya.
Ia menegaskan penguatan ekosistem seni rupa nasional merupakan bagian strategis dari agenda pemajuan kebudayaan sekaligus diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.
"Kehadiran Indonesia dalam ‘Rising Currents’ di Art Central Hong Kong 2026 merupakan penegasan bahwa seni rupa Indonesia harus semakin maju, semakin berdaya saing, dan semakin diperhitungkan di panggung dunia," kata Fadli Zon.
Libatkan Talenta dan Galeri Seni Indonesia
Program MTN Seni Budaya merupakan program prioritas nasional yang dikelola Kementerian Kebudayaan untuk menjaring, mengembangkan, serta mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan.
Program tersebut juga bertujuan membuka akses pengembangan kapasitas serta pasar bagi talenta seni budaya di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam platform “Rising Currents”, sebanyak 17 talenta seni rupa Indonesia dan delapan galeri seni nasional dilibatkan untuk merepresentasikan keberagaman praktik seni rupa kontemporer Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra mengatakan inisiatif tersebut juga memperkuat konektivitas antar galeri sebagai bagian penting dari ekosistem seni rupa nasional.
“Melalui ‘Rising Currents’, kita tidak hanya menghadirkan karya, tetapi juga memperkuat konektivitas antar galeri sebagai simpul penting dalam ekosistem seni rupa Indonesia," ujar Ahmad Mahendra.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








