
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa wacana pemotongan gaji menteri hingga saat ini belum pernah dibahas dalam agenda resmi pemerintah.
Pernyataan Airlangga di Istana
Airlangga menyampaikan "Belum pernah kita bahas." saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa pembahasan terkait usulan tersebut, baik mengenai gaji maupun tunjangan menteri, memang belum dilakukan hingga saat ini.
Airlangga mengungkapkan bahwa wacana tersebut sempat muncul sebelumnya, namun belum masuk ke dalam agenda resmi pembahasan pemerintah.
Ia menyatakan "Nanti kita lihat, waktu itu ada pembahasan, tapi kita monitor saja." terkait perkembangan usulan tersebut.
Airlangga juga meminta wartawan untuk menanyakan langsung kepada pihak yang pertama kali mengemukakan wacana tersebut.
Ia menyampaikan "Mungkin yang menyampaikan saja yang waktu itu kan, ditanyakan kepada yang bersangkutan.".
Sikap Kementerian Keuangan dan Rencana Efisiensi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut menegaskan bahwa wacana pemotongan gaji menteri masih belum dibahas.
Purbaya mengatakan "Belum, belum." saat ditanya mengenai kepastian kebijakan tersebut.
Ia menegaskan bahwa keputusan terkait pemotongan gaji menteri sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya menyatakan "Dari Pak Presiden nanti, bukan dari saya." terkait kewenangan penentuan kebijakan tersebut.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan wacana tersebut dan masih menunggu keputusan resmi dari Presiden.
Purbaya menyampaikan "Kalau menteri sih nggak apa-apa, nanti kita lihat kebijakan Presiden seperti apa.".
Ia memperkirakan besaran pemotongan gaji menteri dapat mencapai sekitar 25 persen.
Purbaya mengatakan "Kayaknya 25 persen deh." mengenai kemungkinan besaran pemotongan tersebut.
Dalam konteks efisiensi anggaran, pemerintah juga berencana menetapkan persentase pemotongan belanja kementerian dan lembaga.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi penggunaan APBN di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Purbaya mengungkapkan bahwa sebelumnya kementerian diminta melakukan pemotongan anggaran secara mandiri, namun tidak berjalan sesuai harapan.
Ia menyatakan "Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong, dia naikkan semua malah.".
Ia menambahkan "Kalau bisa saya tentukan, saya potong berapa persen, nanti mereka yang sesuaikan." terkait mekanisme baru pemangkasan anggaran.
Kementerian Keuangan akan menyisir komponen belanja yang dapat ditunda sementara waktu sebagai bagian dari strategi efisiensi.
Fokus efisiensi diarahkan pada program yang tidak berdampak signifikan atau memiliki akselerasi lambat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Wacana pemotongan gaji menteri dan wakil menteri juga muncul sebagai bagian dari langkah penghematan anggaran negara.
Purbaya menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut sebagai bentuk solidaritas pejabat negara.
Ia mengatakan "Setuju. Oh itu bagus. Kalau itu bagus." terkait dukungan terhadap wacana tersebut.
- Penulis :
- Shila Glorya







