
Pantau - Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian satu korban longsor di Desa Mekar Rahayu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada hari kedua operasi dengan fokus menggunakan peralatan manual karena keterbatasan akses.
Kendala Medan dan Risiko Longsor Susulan
Komandan Rescue Kantor SAR Bandung Idham Pratama mengatakan pencarian dilakukan tanpa alat berat akibat kondisi medan yang sempit dan berisiko.
"Kendala hari ini, peralatan yang digunakan masih manual, tidak bisa memakai alat berat, dan kemungkinan adanya longsor susulan. Namun kami tetap bekerja dengan memperhatikan keselamatan," ujarnya.
Sebanyak tujuh personel Basarnas diterjunkan bersama aparat setempat dan puluhan relawan untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Tim juga melakukan modifikasi aliran air di atas titik longsor guna memastikan keamanan area kerja selama proses pencarian berlangsung.
"Sebelum bekerja, kami pastikan area kerja aman, termasuk aliran air yang sudah dimodifikasi agar tidak mengganggu proses pencarian," katanya.
Kronologi Kejadian dan Upaya Evakuasi
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyatakan seluruh unsur SAR terus berkoordinasi untuk mempercepat proses pencarian korban.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, termasuk BPBD dan potensi SAR di lapangan, agar proses pencarian dapat berjalan efektif dan korban dapat segera ditemukan,” ujarnya.
Kepala Desa Mekar Rahayu Asep Suherman menjelaskan korban tertimbun saat sedang tidur ketika longsor terjadi pada Rabu malam (8/4).
"Korban ini sedang tidur saat longsor terjadi, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Sementara istri dan anaknya bisa selamat," ujarnya.
Material longsor berupa tanah dan bambu menimbun area hingga ketinggian sekitar 20 meter, sementara akses jalan yang sempit menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan








