
Pantau - Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama mengimbau seluruh elemen bangsa, khususnya pemuda, untuk menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika isu yang berkembang di ruang publik.
Haris menegaskan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berbagai narasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa.
Imbauan Jaga Persatuan dan Stabilitas
Ia menyatakan bahwa dinamika demokrasi harus berjalan dalam koridor konstitusi, bukan melalui isu-isu provokatif.
"Masyarakat khususnya pemuda sebagai pilar bangsa harus mampu menjadi penyejuk di tengah situasi yang berkembang. Jangan sampai terjebak dalam arus informasi yang belum tentu benar dan justru memicu perpecahan," ujarnya.
Haris menilai isu pemakzulan di luar mekanisme konstitusional berpotensi menimbulkan kegaduhan publik.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengganggu agenda pembangunan nasional yang tengah berjalan.
Sorotan terhadap Pemerintahan dan Peran Pemuda
Ia menyinggung bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang mengakselerasi berbagai program prioritas.
"Pemerintahan Presiden Prabowo sedang running dan mengakselerasi program prioritasnya di tengah gejolak geopolitik global, namun kok ada saja kelompok-kelompok yang menghasut dengan berbagai opini miring," ucapnya.
Haris mengajak seluruh jajaran KNPI dari tingkat pusat hingga daerah untuk aktif mengampanyekan persatuan dan kesatuan.
Ia menegaskan KNPI memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"KNPI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan NKRI. Kami mengajak seluruh kader dan elemen pemuda untuk terus menyuarakan semangat persatuan," kata dia.
Haris juga menekankan pentingnya dukungan terhadap program pembangunan nasional yang dijalankan pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan stabilitas politik serta dukungan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.
"Pemuda harus menjadi kekuatan konstruktif yang menjaga arah pembangunan bangsa. Persatuan adalah kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat," ucap Haris.
Ia berharap masyarakat dapat menyikapi berbagai isu secara bijak dengan mengutamakan kepentingan bangsa.
"Kita mesti lebih bijak menyikapi berbagai isu provokatif dan tetap mengedepankan kepentingan bangsa," tutur Haris.
- Penulis :
- Shila Glorya








