
Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut perputaran dana dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat mencapai sekitar Rp6 triliun per bulan yang langsung beredar di masyarakat melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan, "Di Jabar sudah ada 6.200 SPPG. Artinya, sekitar Rp6 triliun per bulan uang beredar di daerah hanya dari program ini," dalam keterangannya.
Perputaran Dana dan Penguatan Ekonomi Lokal
Program MBG dirancang untuk mendorong perputaran ekonomi langsung di daerah dengan mekanisme penyaluran dana melalui SPPG yang tersebar di berbagai wilayah.
Total anggaran program ini mencapai Rp268 triliun, dengan sekitar Rp248 hingga Rp249 triliun dialirkan langsung ke daerah melalui virtual account masing-masing SPPG.
Setiap SPPG diketahui mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan yang sebagian besar digunakan untuk kebutuhan operasional program.
Sekitar 70 persen dari anggaran tersebut digunakan untuk membeli bahan baku pangan yang mendukung pelaksanaan program.
Sebanyak 95 persen bahan baku yang digunakan berasal dari produk lokal seperti sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Dadan menyatakan, "Artinya, Program MBG ini identik dengan kemandirian pangan lokal, karena hampir seluruh kebutuhan dipasok dari dalam daerah," ungkapnya.
Dampak Sosial dan Ekonomi di Daerah
Program MBG turut menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di tingkat lokal yang berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Permintaan terhadap komoditas pertanian meningkat sehingga membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Aktivitas produksi petani dan pelaku usaha kecil juga mengalami peningkatan seiring bertambahnya kebutuhan bahan pangan.
Selain itu, program ini turut berdampak pada indikator sosial ekonomi di sejumlah daerah.
Dadan menyampaikan, "Kami mendapat laporan dari beberapa daerah, gini ratio (indeks ketimpangan) mulai menyempit, angka kemiskinan turun, dan pengangguran juga menurun karena uang beredar di masyarakat," jelasnya.
Tren penurunan angka kemiskinan dan pengangguran dilaporkan terjadi di beberapa wilayah yang menjalankan program tersebut secara aktif.
- Penulis :
- Shila Glorya





