HOME  ⁄  Nasional

Khofifah Tegaskan Jawa Timur Perkuat Posisi sebagai Barometer Pendidikan Nasional di Hardiknas 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Khofifah Tegaskan Jawa Timur Perkuat Posisi sebagai Barometer Pendidikan Nasional di Hardiknas 2026
Foto: (Sumber: Seorang siswa mencium tangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat kegiatan di wilayah setempat beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim.)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen memperkuat posisi Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional melalui pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkualitas pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.

“Melalui program Jatim Cerdas, pemerataan akses pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur,” ujarnya di Surabaya, Sabtu.

Ia menyebut tema Hardiknas 2026 selaras dengan program Jatim Cerdas yang berfokus pada pendidikan berdampak dan peningkatan daya saing sumber daya manusia.

Khofifah menegaskan tidak boleh ada anak di Jawa Timur yang tertinggal dalam pendidikan.

“Kami tidak ingin ada satu pun anak Jawa Timur yang tertinggal dari pendidikannya. Semua harus mendapatkan akses dan kesempatan yang sama hingga pendidikan menengah,” katanya.

Pemerintah daerah juga menginstruksikan penyisiran anak putus sekolah agar kembali mengakses pendidikan, terutama dari keluarga kurang mampu.

Selain itu, pembangunan karakter diperkuat melalui gerakan budaya integritas di sekolah serta kebijakan pembatasan penggunaan gawai untuk meningkatkan fokus belajar dan interaksi sosial.

Jawa Timur mencatat 29.046 siswa diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP 2026, menjadikannya provinsi dengan jumlah terbanyak selama tujuh tahun berturut-turut.

“Capaian ini menegaskan bahwa Jawa Timur adalah barometer pendidikan dan prestasi. Ini juga menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan capaian akademik maupun non-akademik,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan keberhasilan tersebut didukung strategi pemetaan sekolah dalam menentukan pilihan program studi siswa.

“Pemetaan yang dilakukan sekolah mampu memberikan arah yang jelas bagi siswa dalam menentukan pilihan, sehingga peluang diterima semakin besar,” katanya.

Selain itu, berbagai program inovatif terus dikembangkan, seperti Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan, East Java Innovative Education Summit, pengembangan kendaraan listrik di SMK, hingga program kewirausahaan double track.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mencatat prestasi sebagai juara umum Lomba Kompetensi Siswa tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut.

Penulis :
Ahmad Yusuf