
Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah menilai kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" mampu menjadi penggerak wisata budaya sekaligus memperkuat pelestarian seni tradisi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (2/5).
Kegiatan yang digelar di Pendopo Adipati Marapat, Kecamatan Banyumas tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional dan melibatkan penari dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Siti Mukaromah menyatakan budaya memiliki peran penting dalam membangun identitas daerah serta menjadi bagian dari ekosistem pengembangan pariwisata nasional.
"Kami berharap ini menjadi bagian dari kesempatan kita untuk mengembangkan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kalau tidak kita, siapa lagi yang akan membesarkan dan menghidupkan budaya yang kita miliki," katanya.
Ia menambahkan kegiatan yang memasuki tahun kedua ini menunjukkan konsistensi pelaku seni dan masyarakat dalam menjaga budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, "Banyumas Ngibing" juga menjadi ruang ekspresi bagi talenta seni dan berpotensi berkembang menjadi agenda budaya berskala nasional hingga internasional.
Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan I Made Dharma Suteja mengapresiasi kegiatan tersebut karena mencakup aspek pelindungan, pengembangan, hingga pemanfaatan budaya.
"Kami sepenuhnya memberi apresiasi yang tinggi kepada Mas Rianto sebagai inisiator kegiatan ini. Menurut kami, kegiatan seperti ini memiliki nilai-nilai yang sangat tinggi ,karena dilakukan oleh masyarakat lokal," ujarnya.
Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut menjadi indikator penting dalam proses regenerasi dan keberlanjutan seni tradisi di masa depan.
Kegiatan "Banyumas Ngibing 24 Jam Menari" menghadirkan pertunjukan tari secara bergantian selama 24 jam tanpa henti sebagai bentuk perayaan seni dan pelestarian budaya Nusantara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





