HOME  ⁄  Nasional

Program Makan Bergizi Gratis di Jambi Jangkau 446 Ribu Warga dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Program Makan Bergizi Gratis di Jambi Jangkau 446 Ribu Warga dan Serap Ribuan Tenaga Kerja
Foto: Wakil Kepala MBG Sony Sanjaya saat memberikan keterangan terkait perkembangan program makan bergizi di Jambi, Sabtu 2/5/2026 (sumber: ANTARA/Agus Suprayitno)

Pantau - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi telah menjangkau 446.087 penerima manfaat yang tersebar di 11 kabupaten/kota dan mencakup balita, ibu menyusui, serta pelajar dari tingkat SD hingga menengah.

Program tersebut dinilai membawa dampak luas tidak hanya pada peningkatan gizi masyarakat tetapi juga terhadap sektor ekonomi lokal.

Wakil Kepala MBG Sony Sanjaya menyatakan, "Program makan bergizi ini sudah memberikan banyak perubahan, tidak hanya menyasar peningkatan gizi masyarakat, program ini juga terbukti mampu menekan angka pengangguran secara signifikan."

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Hingga saat ini terdapat 205 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jambi yang mendukung pelaksanaan program.

Dari jumlah tersebut, program MBG mampu menyerap 9.635 tenaga kerja dengan rata-rata upah sekitar Rp100 ribu per hari.

Total anggaran yang dialokasikan untuk honor pekerja mencapai sekitar Rp963,5 juta setiap hari.

Sony Sanjaya mengungkapkan, "Total alokasi dana untuk honor pekerja dari program ini di Jambi mencapai hampir satu miliar setiap harinya."

Program ini disebut menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Sony Sanjaya menambahkan, "Hingga saat ini, tercatat sebanyak 446.087 masyarakat Jambi yang sudah merasakan manfaat program tersebut, mulai dari balita, ibu hamil, hingga peserta didik."

Perkembangan Program dan Dukungan Pemerintah Daerah

Gubernur Jambi Al Haris menyatakan program MBG menunjukkan perkembangan positif di wilayahnya.

Saat ini tercatat sebanyak 173 SPPG telah beroperasi, sementara 32 lainnya siap dioperasikan dan 302 masih dalam tahap persiapan serta survei.

Program MBG juga dinilai berkontribusi dalam penanganan stunting serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dampak ekonomi dari program ini dirasakan langsung oleh petani dan pelaku usaha di daerah.

Al Haris menekankan pentingnya peningkatan produksi pangan terutama komoditas beras untuk mendukung keberlanjutan program.

Ia menyebutkan, "Dulu banyak yang menjual keluar daerah, sekarang cukup di Jambi saja sudah terserap. Ini tentu sangat membantu perekonomian daerah."

Program MBG diharapkan terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di Provinsi Jambi.

Penulis :
Arian Mesa