
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menata Jatinangor sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan konsep Kota Pelajar Jatinangor guna meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan.
Kolaborasi Perguruan Tinggi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan kesiapan penuh pemerintah dalam mewujudkan penataan kawasan tersebut.
Ia mengatakan, "Pemprov sudah sangat siap menata, dan itu menjadi kawasan baru yaitu kawasan pendidikan atau dalam bahasa saya Kota Pelajar Jatinangor,"
Penataan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi yang berada di kawasan tersebut.
Ia menyampaikan, "Jadi saya sudah meminta waktu itu pada teman-teman perguruan tinggi untuk merumuskan secara bersama-sama karena itu kawasan pendidikan, sehingga merumuskan cara bersama bagaimana menata kawasan itu sebagai kawasan pendidikan terpadu,"
Jatinangor dinilai sebagai simpul strategis pendidikan tinggi di Jawa Barat dengan beragam disiplin ilmu yang saling melengkapi.
Pemerintah juga siap mendukung pembiayaan untuk pengembangan kawasan.
Ia mengatakan, "saya meminta pada rektor-rektor itu, silakan berkumpul, silakan rumuskan kawasan itu secara bersama-sama. Nanti kita hitung pembiayaannya,"
Penataan Infrastruktur dan Mobilitas
Penataan kawasan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup infrastruktur dan tata ruang.
Sistem mobilitas menjadi perhatian utama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan efisien.
Salah satu permasalahan yang disoroti adalah tingginya aktivitas kendaraan yang mengganggu pejalan kaki di kawasan kampus.
Ia menegaskan, "Jangan sampai di kawasan perguruan tinggi, nyebrang saja tidak bisa karena kendaraan besar. Nah itu kan harus dibuat,"
Penataan ini bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan terintegrasi.
Secara keseluruhan, pengembangan Jatinangor diarahkan menjadi kawasan pendidikan modern yang mendukung peningkatan daya saing pendidikan di Jawa Barat.
- Penulis :
- Gerry Eka





