HOME  ⁄  Nasional

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh untuk Perkuat Studi Filologi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh untuk Perkuat Studi Filologi
Foto: (Sumber: Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengkaji sebanyak 1.934 manuskrip di Museum Aceh, Banda Aceh. ANTARA/HO-Humas UIN Ar Raniry.)

Pantau - Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengkaji sebanyak 1.934 manuskrip di Museum Aceh guna memperkuat kompetensi akademik di bidang filologi dan pelestarian naskah kuno Aceh.

Museum Aceh Jadi Pusat Kajian Manuskrip Kuno

Dosen UIN Ar-Raniry Hermansyah mengatakan Museum Aceh merupakan salah satu pusat penyimpanan manuskrip terbesar di Aceh yang memiliki banyak naskah kuno bernilai historis dan akademik tinggi.

“Museum Aceh merupakan lumbung manuskrip yang menyimpan banyak naskah kuno dan berbagai sumber primer penting yang dapat menjadi bahan kajian bagi mahasiswa maupun peneliti,” kata Hermansyah di Banda Aceh, Selasa.

Ia menjelaskan ribuan manuskrip yang tersimpan belum seluruhnya terdokumentasi secara rinci berdasarkan isi dan tema kajian sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti.

Menurutnya, sejumlah manuskrip memuat berbagai topik penting seperti pengobatan tradisional, kuliner, hukum adat, hingga pemikiran keislaman.

“Pendekatan lapangan seperti ini penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam merawat, mendokumentasikan, dan mengkaji manuskrip secara langsung,” ujarnya.

Praktikum Filologi Latih Mahasiswa Dokumentasi Naskah

Hermansyah mengatakan praktikum lapangan tersebut dirancang untuk melatih mahasiswa melakukan inventarisasi awal, identifikasi fisik naskah, hingga kajian deskriptif sebagai dasar penelitian filologi.

Ia berharap kegiatan itu dapat melahirkan generasi filolog muda yang mampu menjaga dan mengkaji warisan intelektual Aceh sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan budaya daerah.

Kepala Seksi Koleksi dan Bimbingan Edukasi Museum Aceh Nurhasanah menyebutkan saat ini Museum Aceh menyimpan 1.934 bundel manuskrip yang dapat dimanfaatkan untuk riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Seluruh manuskrip yang tersimpan di Museum Aceh dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kajian akademik, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan,” kata Nurhasanah.

Penulis :
Ahmad Yusuf