HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Bengkulu Mengusulkan Pemindahan Makam Fatmawati Soekarno ke Bengkulu untuk Pengembangan Wisata Sejarah Terpadu

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemprov Bengkulu Mengusulkan Pemindahan Makam Fatmawati Soekarno ke Bengkulu untuk Pengembangan Wisata Sejarah Terpadu
Foto: Rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Bengkulu terkait pembentukan tim kajian pemindahan makam Fatmawati Soekarno ke Bengkulu, di Bengkulu, Rabu. (sumber: Dokumen Pribadi)

Pantau - Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan pemindahan makam Fatmawati Soekarno dari Jakarta ke Bengkulu sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh nasional sekaligus tanah kelahirannya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bengkulu, Khairil Anwar, menyampaikan, "Kami mengusulkan agar makam Ibu Fatmawati dapat dipindahkan ke Bengkulu, tanah kelahiran beliau,”.

Pemprov Bengkulu telah menggelar rapat bersama organisasi perangkat daerah untuk membentuk tim kajian terkait rencana pemindahan makam tersebut.

Usulan ini nantinya akan disampaikan kepada pihak keluarga serta Kementerian Sosial untuk mendapatkan persetujuan resmi.

Rencana Lokasi dan Pengembangan Kawasan

Lokasi yang diusulkan untuk pemindahan makam berada di kawasan Taman Remaja Bengkulu yang akan direvitalisasi.

Khairil Anwar menjelaskan, "Area Taman Remaja akan menjadi kawasan terpadu. Selain makam Ibu Fatmawati sebagai destinasi wisata sejarah, juga akan dibangun masjid, jogging track, dan sentra UMKM,".

Kawasan tersebut dirancang menjadi destinasi wisata sejarah terpadu yang menggabungkan nilai edukasi, religi, dan ekonomi masyarakat.

Jejak Sejarah Fatmawati

Fatmawati dikenal sebagai penjahit Sang Saka Merah Putih dan merupakan istri Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Keduanya bertemu saat masa pengasingan Soekarno di Bengkulu dan menikah pada 1 Juni 1943.

Fatmawati menjahit bendera pusaka pada 1944 yang kemudian dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945.

Ia lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923 dengan nama Fatimah dan merupakan putri tokoh Muhammadiyah Hasan Din dan Siti Chodijah.

Fatmawati wafat pada 14 Mei 1980 di Malaysia dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Pemerintah Republik Indonesia telah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Fatmawati melalui Keppres Nomor 118/TK/2000 yang ditetapkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah juga telah membangun Monumen Fatmawati di Bengkulu sebagai penanda sejarah perjuangannya.

Penulis :
Arian Mesa