HOME  ⁄  Nasional

Legislator Sebut Optimalisasi Produk Lokal Jadi Kunci Kebangkitan Industri Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Legislator Sebut Optimalisasi Produk Lokal Jadi Kunci Kebangkitan Industri Nasional
Foto: (Sumber: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga memberikan keterangan di Medan, Sumatera Utara, Kamis (5/2/2026).. (ANTARA/M.Sahbainy Nasution).)

Pantau - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai optimalisasi penggunaan produk lokal yang diinisiasi Kementerian Perindustrian menjadi kunci kebangkitan industri nasional sekaligus membuka lapangan kerja lebih luas.

Produk Lokal Dinilai Perkuat Industri Nasional

Lamhot mengatakan penguatan pasar nasional melalui penggunaan produk dalam negeri bukan sekadar strategi ekonomi, melainkan fondasi penting untuk memperkuat struktur industri nasional secara menyeluruh.

“Ketika produk lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri, maka industri nasional akan tumbuh, kapasitas produksi meningkat, dan efek langsungnya adalah terbukanya lapangan kerja yang luas,” kata Lamhot dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan kebijakan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang mendorong belanja produk dalam negeri akan menciptakan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, meningkatnya permintaan terhadap produk lokal akan mendorong industri meningkatkan kapasitas produksi dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Ini bukan hanya soal substitusi impor, tetapi soal menciptakan ekosistem industri yang sehat. Dari hulu ke hilir akan bergerak, mulai dari bahan baku, distribusi, hingga sektor jasa pendukung,” ujarnya.

Industri Pengolahan Jadi Tulang Punggung Ekonomi

Lamhot menegaskan sektor industri pengolahan saat ini masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 19,07 persen pada 2025.

Ia juga menyebut sektor manufaktur telah menyerap sekitar 18,82 juta tenaga kerja hingga 2024 sehingga menjadi salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Menurut Lamhot, angka tersebut masih berpotensi meningkat apabila pemerintah konsisten menjalankan kebijakan afirmasi terhadap produk lokal, termasuk dalam belanja negara dan proyek strategis nasional.

Ia turut menyoroti tingginya tekanan produk impor terhadap industri dalam negeri yang berdampak pada penurunan utilisasi industri dan terbatasnya penyerapan tenaga kerja.

“Pasar domestik kita sangat besar. Kalau ini tidak kita jaga, maka yang menikmati justru produk impor. Padahal, jika kita optimalkan produk lokal, manfaat ekonominya akan berputar di dalam negeri,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf