
Pantau - Konsep pemakaman tidak bertumpuk dinilai menjadi salah satu solusi atas keterbatasan lahan makam di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek yang semakin padat.
Memorial Advisor Supervisor Baqi Memorial Park Bogor Timur Surya Prayoga mengatakan masyarakat Muslim menghadapi tantangan lebih kompleks dalam proses pemakaman karena harus memenuhi ketentuan syariat.
“Masyarakat Muslim menghadapi tantangan lebih kompleks karena proses pemakaman harus sesuai syariat, seperti tidak ditumpuk, menghadap kiblat, dan berada di kawasan khusus Muslim,” kata Surya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, keterbatasan lahan makam membuat banyak keluarga kesulitan mendapatkan lokasi pemakaman yang layak.
“Ketika semua serba terbatas, akhirnya keluarga hanya bisa mengikuti kondisi yang ada. Padahal, banyak yang sebenarnya ingin proses pemakaman yang lebih layak dan sesuai syariat,” ujarnya.
Bogor Jadi Alternatif Pemakaman Modern
Kondisi keterbatasan lahan di Jakarta membuat masyarakat mulai mencari alternatif pemakaman di wilayah penyangga seperti Bogor.
Salah satu konsep yang mulai diminati yakni pemakaman berbasis memorial park dengan tata ruang lebih terencana.
Baqi Memorial Park Bogor Timur menawarkan konsep pemakaman syariah modern dengan lingkungan hijau dan tertata.
Seluruh makam di kawasan tersebut disusun sistematis, tidak ditumpuk, menghadap kiblat, dan dikhususkan untuk Muslim.
Surya mengatakan masyarakat kini membutuhkan kepastian bahwa seluruh proses pemakaman telah dipersiapkan secara layak dan sesuai syariat.
Biaya layanan pemakaman di kawasan tersebut mulai sekitar Rp5 jutaan dan mencakup kebutuhan dasar pemakaman.
Penambahan TPU di Jakarta Masih Terkendala
Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri menilai sistem makam tumpang pada makam keluarga masih cukup efektif untuk mengatasi keterbatasan lahan.
Namun, upaya penambahan lahan tempat pemakaman umum atau TPU di Jakarta masih menghadapi kendala penolakan warga.
“Kendala dalam menambah lahan yakni sering terjadi penolakan warga terhadap keberadaan lahan makam,” kata Fajar.
Saat ini Jakarta disebut masih memiliki 118.348 petak makam.
Dengan rata-rata sekitar 100 pemakaman per hari, sebanyak 11 TPU yang tersedia diperkirakan masih mampu menampung kebutuhan pemakaman hingga tiga tahun ke depan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





