HOME  ⁄  Nasional

Paljaya Ingatkan Warga Jakarta Rutin Sedot WC untuk Cegah Pencemaran Lingkungan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Paljaya Ingatkan Warga Jakarta Rutin Sedot WC untuk Cegah Pencemaran Lingkungan
Foto: (Sumber: Petugas Paljaya melakukan penyedotan air limbah di Jakarta. ANTARA/HO Paljaya.)

Pantau - Perumda Paljaya mengingatkan masyarakat Jakarta untuk rutin melakukan sedot WC secara berkala guna mencegah septic tank mampet, meluber, dan mencemari lingkungan.

Direktur Teknik dan Usaha Perumda Paljaya Rizki Shebubakar mengatakan penyedotan septic tank rumah tangga idealnya dilakukan setiap satu hingga tiga tahun sekali tergantung kapasitas tangki dan jumlah penghuni rumah.

“Semakin banyak penghuni yang tinggal di dalam satu rumah, volume lumpur tinja akan lebih cepat menumpuk. Sebaiknya, lakukan penyedotan secara berkala, jangan menunggu sampai septic tank di rumah mampet ataupun luber,” katanya di Jakarta, Kamis.

Septic Tank Bermasalah Bisa Sebabkan Penyakit

Rizki menjelaskan terdapat sejumlah tanda septic tank harus segera disedot seperti air kloset yang lambat surut, saluran pembuangan sering tersumbat, hingga muncul rembesan di sekitar tangki septik.

Ia mengungkapkan septic tank yang tidak rutin disedot berpotensi meningkatkan pencemaran bakteri e-coli yang dapat memicu penyakit seperti diare dan muntaber.

“Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera menggunakan layanan sedot WC resmi agar limbah tidak mencemari lingkungan,” ungkapnya.

Ketentuan tersebut juga sejalan dengan Perda DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik Pasal 36 ayat 2 yang mewajibkan pengelola air limbah domestik mengikuti program layanan lumpur tinja terjadwal.

Paljaya Pastikan Limbah Diolah Sesuai Standar

Paljaya menyebut masih terdapat jasa sedot WC ilegal di Jakarta yang membuang limbah sembarangan dan menerapkan praktik “tembak harga” kepada pelanggan.

Untuk itu, Paljaya menghadirkan layanan pengelolaan limbah domestik terintegrasi mulai dari penyediaan septic tank modifikasi BIOPAL, layanan sedot WC terjadwal, sambungan perpipaan air limbah, hingga laboratorium pengujian kualitas air limbah.

Paljaya memastikan seluruh hasil penyedotan limbah diangkut dan diolah di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Pulogebang dan Duri Kosambi sesuai standar baku mutu lingkungan.

“Jadi air limbah/lumpur tinja tidak hanya disedot/diangkut, tetapi benar-benar diproses hingga aman sesuai PERMENLHK nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Untuk Air Limbah Domestik,” kata Rizki.

Penulis :
Ahmad Yusuf