
Pantau - Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) berhasil membawa Niko Syahputra, seorang mustahik, meraih kesuksesan sebagai pengajar di sekolah internasional sekaligus membuka akses pendidikan bagi anak-anak membutuhkan melalui platform edukasi Brainboost Education yang dibentuknya.
Niko dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis mengungkapkan bahwa perjalanan sebagai penerima beasiswa menjadi titik awal yang membawanya hingga berada pada posisi saat ini.
Ia menyebut Program BCB turut membuka jalan kariernya di dunia pendidikan internasional.
“Perjalanan ini mengajarkan saya bahwa pendidikan bukan sekadar profesi, tetapi sebuah jalan pengabdian. Setiap ilmu yang dibagikan dan setiap anak yang dibimbing adalah investasi nyata untuk masa depan yang lebih baik,” ungkap Niko.
Niko diketahui merupakan alumni Albukhary International University Malaysia dengan jurusan Elementary Education (Honours).
Ia berharap Program BCB terus diperluas agar dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan akses pendidikan.
Baznas Sebut Pendidikan Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih Niko Syahputra.
Idy menilai keberhasilan Niko mencerminkan bagaimana pengelolaan zakat melalui program pendidikan mampu menjadi katalis perubahan sosial.
Ia menjelaskan Program BCB merupakan bagian dari ikhtiar Baznas dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
“Hal ini juga sejalan dengan AstaCita pemerintah, khususnya dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui pendidikan berkualitas,” kata Idy.
Program Beasiswa Akan Diperluas
Baznas menyatakan akan terus mengembangkan program beasiswa agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan.
Langkah tersebut dilakukan guna memperluas dampak zakat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurut Idy, Niko Syahputra menjadi salah satu bukti nyata bahwa Program BCB mampu membentuk generasi yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap memberi dampak.
“Bagi kami, pendidikan menjadi salah satu senjata ampuh untuk memutus rantai kemiskinan. Kami berharap keberhasilan Niko sebagai alumni penerima BCB ini dapat menjadi inspirasi bagi anak muda Indonesia, khususnya penerima beasiswa lainnya,” ujar Idy.
- Penulis :
- Shila Glorya





