HOME  ⁄  Nasional

KKI Soroti Risiko BPA dari Galon Guna Ulang Berusia Tua

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

KKI Soroti Risiko BPA dari Galon Guna Ulang Berusia Tua
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Galon guna ulang air minum hasil pemantauan Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) (Antara/HO/KKI).)

Pantau - Komunitas Konsumen Indonesia menegaskan pentingnya aturan pembatasan masa pakai galon guna ulang untuk mengantisipasi peluruhan zat kimia berbahaya Bisphenol A atau BPA ke dalam air minum.

Ketua KKI David Tobing menyatakan masih maraknya peredaran galon guna ulang berusia tua atau ganula di pasaran.

Sebanyak 92 persen konsumen melaporkan masih menerima ganula yang rentan meluruhkan BPA ke dalam air minum.

Menurut David Tobing, Uni Eropa telah mengambil langkah tegas dengan melarang total penggunaan BPA dalam bahan kontak pangan yang berlaku efektif mulai Juli 2026.

Larangan tersebut diterbitkan setelah Otoritas Keamanan Pangan Eropa atau EFSA menemukan bahaya paparan kronis BPA.

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM masih memperbolehkan penggunaan BPA dan baru mewajibkan pelabelan peringatan BPA pada tahun 2028.

“Di Eropa, galon BPA itu sudah dilarang per Juli tahun ini. Sayangnya aturan di Indonesia, pelabelan itu baru diwajibkan di tahun 2028. Selain itu, ada kekosongan regulasi masa pakai,” kata David Tobing.

Selama tiga tahun terakhir, KKI melakukan pemantauan intensif, termasuk survei terhadap 450 responden pada 2024 dan investigasi langsung ke puluhan agen serta toko kelontong di Jabodetabek pada 2025.

KKI juga membuka Kanal Pengaduan Konsumen sepanjang Maret hingga April 2026.

Dari 250 pengaduan yang masuk dari tujuh kota besar, mayoritas pelapor mengaku masih mengonsumsi air dari galon berusia lebih dari satu tahun atau ganula.

KKI menemukan bukti foto dari konsumen yang menunjukkan galon produksi tahun 2015 atau telah berusia 11 tahun masih beredar dan digunakan untuk air minum.

Sebanyak 30 persen konsumen melaporkan galon dalam kondisi kotor, lusuh, atau kusam, 18 persen retak, dan 2 persen penyok.

Risiko paparan BPA disebut semakin tinggi akibat buruknya perlakuan terhadap galon selama proses distribusi karena galon kosong maupun berisi air diangkut menggunakan bak terbuka.

Pakar polimer dari Universitas Indonesia menegaskan bahwa paparan sinar matahari, pencucian kasar, dan usia pakai terlalu lama menjadi pemicu utama peluruhan BPA.

“Pakar kemudian merekomendasikan batas aman penggunaan galon polikarbonat maksimal 1 tahun atau 40 kali pengisian ulang,” ujar David Tobing.

Penulis :
Gerry Eka