HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Kutai Timur Siapkan Beasiswa untuk 1.000 Anak Penghafal Quran

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemkab Kutai Timur Siapkan Beasiswa untuk 1.000 Anak Penghafal Quran
Foto: (Sumber: Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyerahkan penghargaan kepada satu seorang siswi SD IsIam Terpadu Darussalam Sangatta, yang menjadi penghafal Quran. (ANTARA/ HO- Diskominfo Kutim).)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mencetak generasi berakhlak mulia melalui pemberian beasiswa bagi 1.000 anak penghafal Quran.

Program tersebut bertujuan agar para penghafal Quran dapat mengimplementasikan kandungan Quran dalam kehidupan sehari-hari dan berbuat baik kepada sesama.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan, “Pemerintah Kabupaten Kutim berkomitmen dalam mendukung lahirnya generasi qurani melalui program pendidikan yang saat ini dilaksanakan di berbagai jenjang pendidikan baik sekolah negeri maupun swasta”.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pendidikan, salah satunya program beasiswa bagi para penghafal Al-Quran yang menjadi bagian dari 50 program unggulan pemerintah daerah.

Pemerintah daerah menilai menghafal Al-Quran penting agar generasi muda dapat memahami, mengamalkan, dan menjadikan Quran sebagai pedoman hidup.

Menghafal Quran juga dinilai menjadi dasar agar isi, makna, dan hukum Allah selalu ada di hati, dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Beasiswa bagi 1.000 anak penghafal Al-Quran merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap generasi muda yang mencintai dan menjaga Al-Quran. Sedangkan untuk mekanisme dan teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan,” kata Ardiansyah Sulaiman.

Pemkab Dorong Kegiatan Khataman Quran di Sekolah

Saat menghadiri kegiatan Khatmul Quran di SD Islam Terpadu Daarussalam Sangatta, Ardiansyah berharap kegiatan khataman Quran juga dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah negeri.

Ia menilai kegiatan keagamaan seperti khataman merupakan bentuk dukungan agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam pendidikan agama.

“Sekolah yang menggelar kegiatan keagamaan seperti khataman, merupakan bentuk dukungan agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam pendidikan agama,” ujar Ardiansyah Sulaiman.

Khataman di SD Islam Terpadu Daarussalam Sangatta menjadi momentum bagi para santri yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Quran dengan capaian tartil, turjuman, serta tahfiz juz 1 sampai 16, juz 29, dan juz 30.

Sebanyak 220 santri terpilih dari kelas II hingga kelas VI mengikuti kegiatan khataman dan ujian kandungan Quran.

Para santri menampilkan kemampuan membaca Al-Quran hingga menerjemahkan ayat yang dibaca.

Penulis :
Gerry Eka