HOME  ⁄  Nasional

LLDIKTI IV Minta Kampus di Jabar dan Banten Beralih dari Program Studi yang Sudah Jenuh

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

LLDIKTI IV Minta Kampus di Jabar dan Banten Beralih dari Program Studi yang Sudah Jenuh
Foto: (Sumber: Situasi pengukuhan sembilan guru besar sebagai salah satu agenda akademik di Universitas Pasundan, Bandung, Sabtu (9/5/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga).)

Pantau - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV Jawa Barat dan Banten mengimbau perguruan tinggi untuk beralih dari program studi yang sudah jenuh guna menekan angka pengangguran intelektual.

Kampus Diminta Lebih Realistis Lihat Peluang Kerja

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Dr Lukman mengatakan langkah tersebut bukan berarti penutupan mendadak program studi, melainkan peringatan agar kampus lebih realistis terhadap prospek kerja lulusan.

“Kami hanya mengimbau move on atau hijrah. Kita kan realistis banyak sekali prodi-prodi yang ketika keluar mahasiswa ini harus kerja di mana, sementara lapangan pekerjaannya jelas-jelas sudah tidak ada,” kata Lukman di Bandung, Minggu.

Ia menilai pembukaan dan penutupan program studi merupakan hal lumrah dalam dunia pendidikan tinggi yang harus menyesuaikan kebutuhan zaman dan industri.

Menurut dia, saat ini terdapat sekitar 3.051 program studi di wilayah Jawa Barat dan Banten dengan sekitar sembilan persen di antaranya mengalami fluktuasi organik setiap tahun.

LLDIKTI juga meminta kampus secara bertahap memindahkan sumber daya manusia dan sarana prasarana dari program studi lama menuju program studi baru yang lebih prospektif.

Respons Wacana Penutupan Prodi Tak Relevan

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap sinyal dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait penutupan program studi yang dinilai sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri.

“Itu berarti adalah warning bagi perguruan tinggi yang memiliki prodi yang lapangan pekerjaannya sudah terbatas. Kampus jangan hanya berpikir yang penting punya SDM dan sapras, tapi tidak memikirkan mahasiswanya setelah lulus ada tidak pekerjaannya,” ujarnya.

Lukman menegaskan kampus perlu menyesuaikan arah pendidikan dengan perkembangan dunia kerja agar lulusan memiliki peluang kerja yang lebih jelas setelah menyelesaikan pendidikan.

Penulis :
Aditya Yohan