
Pantau - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan tidak ada laporan kematian baru akibat wabah hantavirus yang terkait kapal pesiar sejak 2 Mei 2026, sementara risiko kesehatan masyarakat global dinilai tetap rendah.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan hingga 12 Mei 2026 total terdapat 11 kasus hantavirus yang telah dilaporkan kepada badan kesehatan dunia tersebut.
Menurut Tedros, delapan kasus di antaranya telah terkonfirmasi secara laboratorium sebagai infeksi virus Andes.
WHO Pantau Ketat Penyebaran Virus Andes
Virus Andes merupakan salah satu jenis hantavirus yang dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat berkepanjangan, terutama di ruang tertutup.
“Hantavirus adalah penyakit langka yang biasanya ditularkan melalui hewan pengerat yang terinfeksi atau kotorannya,” tulis Tedros dalam unggahannya di media sosial X.
Tedros menambahkan satu kasus lainnya masih menjalani pengujian laboratorium lanjutan.
“WHO terus menilai risiko terhadap populasi global sebagai rendah,” ungkap Tedros.
WHO juga menyebut terus menjalin koordinasi dengan para ahli dari seluruh negara yang terlibat dalam penanganan wabah tersebut.
Pemantauan Penumpang Kapal Pesiar Masih Berlangsung
WHO menerima laporan kesehatan mingguan terkait kondisi penumpang dan awak kapal melalui mekanisme resmi Peraturan Kesehatan Internasional.
Tedros mengatakan koordinasi internasional terus dilakukan untuk mendukung langkah perlindungan kesehatan masyarakat.
Sebelumnya, wabah hantavirus ini dikaitkan dengan kapal pesiar Belanda yang sempat menjadi perhatian internasional.
WHO menegaskan hingga saat ini belum ada tanda-tanda wabah hantavirus berkembang menjadi krisis kesehatan global yang lebih besar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





