
Pantau - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, masih tinggi dan berstatus Level II atau Waspada.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan Gunung Dukono mengalami erupsi pada Kamis pukul 07.12 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak.
Petugas Badan Geologi di Halmahera Utara melaporkan kolom erupsi berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan arah sebaran abu condong ke barat laut.
“Kolom erupsi berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, sementara arah sebaran abu condong ke barat laut sehingga berpotensi berdampak pada wilayah permukiman dan Kota Galela,” kata Lana dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat akibat hujan abu vulkanik serta berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan.
Erupsi Terjadi Puluhan Kali Setiap Hari
Badan Geologi mencatat aktivitas vulkanik Gunung Dukono sejak 9 Mei hingga 14 Mei 2026 didominasi erupsi dengan rata-rata 48 kejadian per hari.
Tinggi kolom abu selama periode tersebut berkisar antara 600 meter hingga 4.300 meter di atas puncak gunung.
Selain itu, Gunung Dukono sebelumnya juga sempat mengalami erupsi besar pada 8 Mei 2026 dengan tinggi kolom mencapai 10.000 meter di atas puncak.
Gunung api tersebut berada di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
Warga dan Pendaki Diminta Tidak Dekati Kawah
Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki agar tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang yang menjadi pusat aktivitas erupsi.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar saat hujan lebat, terutama di aliran Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut.
Sungai-sungai tersebut berhulu langsung di puncak Gunung Dukono sehingga berpotensi membawa material vulkanik saat terjadi hujan deras.
Badan Geologi meminta pemerintah daerah bersama BPBD Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono di Desa Mamuya untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





