
Pantau - Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama perdagangan dan ekonomi dengan Rusia melalui pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti dan Deputy Minister of Economic Development of the Russian Federation Vladimir Ilyichev di Kazan, Rusia.
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026) waktu setempat itu membahas penguatan hubungan dagang, investasi, hingga implementasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU).
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyebut hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas,” ujar Roro dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/5/2026).
Nilai perdagangan Indonesia dan Rusia pada 2025 tercatat mencapai 4,8 miliar dolar AS atau meningkat 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Rusia Jadi Mitra Utama Indonesia di Kawasan EAEU
Rusia disebut menjadi mitra utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union dengan kontribusi mencapai 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia di kawasan tersebut.
Indonesia dan Rusia memiliki hubungan dagang yang saling melengkapi melalui pertukaran komoditas strategis.
Rusia memasok batu bara, pupuk, dan produk baja ke Indonesia.
Sementara Indonesia mengekspor minyak sawit, kopi, produk kelapa, dan kakao ke pasar Rusia.
“Indonesia menyambut baik meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap berbagai produk unggulan nasional. Kami berkomitmen menjaga kualitas, daya saing, dan keberlanjutan produk ekspor Indonesia di pasar Rusia,” ungkap Roro.
Indonesia Dorong Implementasi FTA dan Investasi
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga membahas perkembangan ratifikasi Indonesia-EAEU Free Trade Agreement yang telah ditandatangani pada Desember 2025 di St Petersburg, Rusia.
Pemerintah menargetkan implementasi perjanjian perdagangan bebas itu dapat berjalan pada kuartal III atau IV 2026.
Indonesia juga mengusulkan pembentukan Indonesia-EAEU Business Council bekerja sama dengan Kadin Indonesia untuk memperkuat hubungan antarpelaku usaha dan investasi.
“Pembentukan Indonesia-EAEU Business Council diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat hubungan antarpelaku usaha, memperluas peluang investasi, serta mendorong peningkatan perdagangan kedua negara,” kata Roro.
Selain perdagangan barang, Indonesia juga membuka peluang kerja sama di sektor jasa seperti teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, dan teknologi digital.
Dalam kesempatan itu, Indonesia turut mengundang pelaku usaha Rusia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Banten.
- Penulis :
- Aditya Yohan





