HOME  ⁄  Nasional

Kemdiktisaintek Dorong Pendidikan Masuk Peta Jalan Riset Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemdiktisaintek Dorong Pendidikan Masuk Peta Jalan Riset Nasional
Foto: (Sumber: Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Fauzan Adziman (tengah) dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Reviu dan Validasi Peta Jalan Riset Bidang Pendidikan sebagai bagian dari penyempurnaan Buku Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional di Jakarta, Selasa (13/5/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong pendidikan menjadi bagian strategis dalam Peta Jalan Riset Nasional yang tengah disusun pemerintah.

Pembahasan tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Reviu dan Validasi Peta Jalan Riset Bidang Pendidikan untuk penyempurnaan Buku Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman mengatakan penyusunan peta jalan riset nasional tidak hanya berfokus pada bidang science, technology, engineering, dan mathematics (STEM), tetapi juga mencakup bidang sosial humaniora.

“Pendidikan merupakan aspek kunci dalam pembangunan talenta nasional dan menjadi fondasi penting bagi berbagai bidang strategis dalam Buku Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional,” ujar Fauzan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/5).

Pendidikan Jadi Fondasi SDM Indonesia 2045

Fauzan menegaskan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun talenta, memperkuat karakter, serta menjawab tantangan sosial dalam pembangunan nasional.

Ia menyebut bidang sosial humaniora seperti pendidikan, ekonomi dan bisnis, hukum dan sosial juga mendapat ruang kuat dalam agenda riset nasional.

Tim penyusun bidang pendidikan yang dipimpin perwakilan Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (ALPTKI) Markus Diantoro merumuskan tiga fokus utama dalam peta jalan tersebut.

Tiga fokus itu meliputi persiapan lulusan pendidikan dasar dan menengah menuju perguruan tinggi, kesiapan lulusan pendidikan tinggi menghadapi dunia kerja, serta penguatan akses pendidikan nonformal.

Fokus Tingkatkan Talenta dan Kompetensi Nasional

Markus menilai keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan.

“Kalau kita bicara bidang-bidang strategis, pada dasarnya yang harus kita bangun adalah manusianya,” ungkap Markus.

Ia menambahkan pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor strategis lain untuk mendukung visi Indonesia 2045.

Dalam forum tersebut, berbagai pemangku kepentingan juga memberikan masukan terkait peningkatan kualitas guru, penguatan literasi dan numerasi, hingga pemetaan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Kemdiktisaintek berharap penyempurnaan Peta Jalan Riset Pendidikan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memastikan riset memberi dampak langsung terhadap pengembangan talenta Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan