
Pantau - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan ketersediaan 15 porsi makanan siap santap atau Ready to Eat (RTE) bercita rasa nusantara bagi jamaah calon haji Indonesia selama fase puncak ibadah haji di Arab Saudi.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj Jaenal Effendi mengatakan menu khas Indonesia seperti rendang sengaja disiapkan agar jamaah tetap nyaman dan tenang selama menjalankan ibadah haji.
Distribusi Makanan Dimulai 23 Mei
Jaenal menyebut makanan siap santap akan mulai didistribusikan ke seluruh hotel jamaah calon haji Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 23 Mei 2026.
“Dari dapur akan didistribusikan ke seluruh hotel yang ada. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jamaah calon haji kita bisa tenang dalam melakukan ibadah,” ungkap Jaenal usai rapat dengan penyedia layanan konsumsi di Makkah, Jumat malam.
Selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna mulai 8 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah, kebutuhan konsumsi jamaah akan ditangani oleh perusahaan layanan haji Arab Saudi, yakni Rakeen Mashariq dan Albait Guest.
“Ini sudah selesai, sudah siap untuk didistribusikan,” ujar Jaenal.
Kualitas Makanan Dijaga Ketat
Kemenhaj bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan yang akan diterima jamaah.
Pemantauan dilakukan mulai dari pemilihan bahan baku hingga keterlibatan juru masak asal Indonesia di dapur penyedia konsumsi.
Jaenal mengungkapkan hingga saat ini penyedia layanan dapur telah memenuhi tiga indikator utama pelayanan, yakni menjaga cita rasa khas Indonesia, kesesuaian takaran porsi, dan ketepatan waktu distribusi ke hotel jamaah.
Pihak Kemenhaj memastikan evaluasi dan pengawasan berkala akan terus dilakukan guna menjaga kualitas pelayanan bagi jamaah calon haji Indonesia di Tanah Suci.
- Penulis :
- Aditya Yohan





