
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyatakan kondisi pangan dan energi Indonesia masih aman meski dunia tengah menghadapi ketidakpastian akibat konflik global dan gejolak ekonomi internasional.
“Pangan aman, energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar Prabowo saat menghadiri kegiatan di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu.
Prabowo mengatakan masih ada pihak yang menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi Indonesia, termasuk terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Namun, menurut dia, masyarakat di desa tidak bergantung pada penggunaan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari sehingga kondisi nasional tetap terkendali.
Banyak Negara Minta Bantuan Pupuk dari Indonesia
Presiden juga mengungkapkan sejumlah negara mulai meminta bantuan pasokan pupuk dan beras dari Indonesia akibat terganggunya rantai pasok global karena konflik di Timur Tengah.
“Banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada di pihak yang bisa memberi bantuan,” kata Prabowo.
Ia menyebut penutupan Selat Hormuz berdampak besar terhadap distribusi energi dan bahan baku pupuk dunia.
Australia menjadi salah satu negara yang meminta bantuan pupuk dari Indonesia dengan pembelian mencapai 500 ribu ton urea.
Selain Australia, negara lain seperti Filipina, India, Bangladesh, dan Brasil juga disebut meminta pasokan pupuk dari Indonesia.
Prabowo mengatakan dirinya telah memerintahkan agar seluruh permintaan bantuan tersebut dipenuhi.
Optimistis Indonesia Bisa Bangkit Jadi Negara Kuat
Prabowo menegaskan Indonesia harus mampu menjaga kekayaan alam dan sumber daya nasional demi kesejahteraan rakyat.
Ia juga optimistis Indonesia dapat bangkit menjadi negara yang kuat dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“Saya bertekad, saya percaya, dan saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan bangkit,” ujar Prabowo.
- Penulis :
- Aditya Yohan





