
Pantau - Kota Kuqa di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, membangun sejumlah landmark budaya baru dengan memanfaatkan kekayaan warisan budaya guna mendorong pengembangan pariwisata dan pelestarian sejarah.
Pembangunan tersebut mencakup Museum Qiuci, sanggar warisan budaya takbenda, hingga pusat pengalaman musik dan tari di kawasan kota kuno Kuqa.
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah setempat memprioritaskan perlindungan budaya, pemberdayaan teknologi, dan pengembangan pariwisata budaya terpadu.
Museum dan Pertunjukan Budaya Jadi Daya Tarik Wisatawan
Museum Qiuci menjadi salah satu destinasi utama yang menampilkan berbagai benda bersejarah dan peninggalan budaya di Kota Kuqa.
Pada 13 Mei 2026, sejumlah pengunjung terlihat mengamati koleksi benda pameran di museum tersebut.
Selain museum, wisatawan juga menikmati berbagai pertunjukan seni dan budaya yang digelar di kawasan bersejarah Kota Kuqa.
Sekelompok seniman tampil menghibur wisatawan di Gang Qiuci serta dalam upacara penyambutan di kota kuno Kuqa.
Pertunjukan lagu dan tari tradisional turut menjadi daya tarik yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Pelestarian Budaya dan Arkeologi Terus Diperkuat
Pemerintah Kota Kuqa juga terus memperkuat pelestarian peninggalan sejarah melalui kegiatan arkeologi dan pemanfaatan teknologi budaya.
Tim arkeolog terlihat melakukan pemeriksaan di sejumlah situs penggalian arkeologi di wilayah tersebut pada 13 Mei 2026.
Pengembangan landmark budaya baru itu diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Kuqa sekaligus meningkatkan sektor ekonomi dan pariwisata di Xinjiang.
Kota Kuqa selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah bersejarah penting di Xinjiang dengan kekayaan budaya dan tradisi yang masih terjaga.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





