
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut sebanyak 6.271 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah beroperasi di wilayah tersebut atau mencapai sekitar 73 persen dari target yang ditetapkan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan capaian tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah gedung dan operasional KDKMP tertinggi secara nasional.
"Capaian ini menjadikan Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah gedung dan operasional KDKMP tertinggi nasional," ungkap Ahmad Luthfi.
Pernyataan itu disampaikan Ahmad Luthfi usai mengikuti peresmian 1.061 KDKMP oleh Presiden Prabowo Subianto yang dipusatkan di Nganjuk, Jawa Timur, secara daring dari KDKMP Kragilan.
Dari total 1.061 KDKMP yang diresmikan, sebanyak 531 koperasi berada di Jawa Tengah dan 530 koperasi berada di Jawa Timur.
Percepatan Pembangunan Gedung Koperasi
Sebanyak 531 koperasi di Jawa Tengah tersebut merupakan hasil percepatan pembangunan gedung yang dilakukan melalui kerja sama dengan Kodam IV/Diponegoro.
Distribusi pembangunan koperasi berdasarkan wilayah Korem meliputi Korem 071/Wijayakusuma sebanyak 41 titik, Korem 072/Pamungkas sebanyak 103 titik, Korem 073/Makutarama sebanyak 55 titik, dan Korem 074/Warastratama sebanyak 332 titik.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes), Kabupaten Wonogiri menjadi daerah dengan pembangunan gedung terbanyak yakni 186 gedung.
Kabupaten Boyolali tercatat memiliki 180 gedung koperasi, sedangkan Kabupaten Klaten sebanyak 174 gedung.
Ahmad Luthfi menjelaskan banyak KDKMP di Jawa Tengah sudah mulai beroperasi meski pembangunan gedung belum sepenuhnya selesai.
Beberapa koperasi disebut telah berjalan dengan satu gerai maupun dua hingga tiga gerai pelayanan.
"Gedung KDKMP yang sudah terbangun di Jawa Tengah ada 2.679 bangunan. Ini akan terus bertambah. Kalau yang sudah operasional ada 6.271 koperasi," kata Ahmad Luthfi.
Pemerintah Dorong Koperasi Berbasis Potensi Desa
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta Dinas Koperasi Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten/kota untuk berkolaborasi dengan Kodam IV/Diponegoro guna mempercepat pembangunan gedung KDKMP yang belum selesai.
Ahmad Luthfi menegaskan KDKMP merupakan koperasi berbasis desa sehingga kearifan lokal dan potensi desa harus menjadi produk unggulan koperasi.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyebut operasionalisasi 1.061 KDKMP sebagai tonggak sejarah dalam penguatan ekonomi kerakyatan.
Presiden mengatakan koperasi tersebut telah dilengkapi dengan gedung, petugas, barang, sistem, unsur logistik, hingga kendaraan operasional.
"Mari kita maju dengan rasa percaya diri. Koperasi ini akan jadi milik kita bersama, kekuatan kita bersama membangun Indonesia. Koperasi harus kuat, UMKM harus kuat," ujar Prabowo.
- Penulis :
- Shila Glorya





