
Pantau - Kementerian Kebudayaan menyiapkan program Museum Passport berupa buku paspor dan cap atau stempel museum sebagai inovasi baru untuk menarik minat masyarakat berkunjung ke museum sekaligus menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari gaya hidup berbudaya.
Program Museum Passport diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Museum Internasional dan memungkinkan pengunjung mengumpulkan cap dari museum yang dikunjungi ke dalam buku paspor khusus tersebut.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap program itu mampu meningkatkan jumlah kunjungan museum di berbagai daerah di Indonesia.
Fadli mengatakan, "Semoga Museum Passport ini dapat menjadi langkah awal, langkah inovatif menjadikan pengunjung mengunjungi museum. Itu harus kita jadikan gaya hidup, seperti orang datang ke mal atau ke mana. Datang ke museum harus kita jadikan gaya hidup yang berbudaya."
Museum Passport Resmi Dirilis Juni 2026
Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB) Esti Nurjadin mengatakan Museum Passport akan resmi dirilis pada 16 Juni 2026 bertepatan dengan hari jadi MCB.
Hingga saat ini terdapat 18 museum dan 34 cagar budaya di bawah naungan MCB yang telah siap menyediakan cap atau stempel untuk program tersebut.
Esti menyebut setiap museum nantinya memiliki desain cap yang berbeda sehingga dapat menjadi koleksi bagi pengunjung.
Program Museum Passport juga terbuka bagi museum tingkat kabupaten, kota, provinsi, hingga museum yang dikelola pihak swasta.
Esti menyambut baik keterlibatan museum swasta dalam mendukung program tersebut guna memperluas partisipasi masyarakat dalam wisata museum.
Pengunjung nantinya dapat membeli Museum Passport di IHA Shop atau toko suvenir yang berada di bawah pengelolaan MCB.
MCB juga berencana bekerja sama dengan toko buku untuk memperluas distribusi Museum Passport kepada masyarakat.
Menarik Minat Generasi Muda Datang ke Museum
Museum Passport merupakan hasil kerja sama antara MCB dan Paperina yang dirancang untuk menarik minat generasi muda mengunjungi museum.
Berdasarkan survei MCB tahun 2025, generasi muda menjadi kelompok yang paling mendominasi kunjungan museum di Indonesia.
Esti mengatakan ide pengumpulan cap dalam Museum Passport terinspirasi dari pengalaman mengumpulkan stempel dalam berbagai kegiatan.
Menurut Esti, konsep tersebut relevan dengan generasi Z dan Alpha yang menyukai benda analog untuk disimpan dan dijadikan koleksi.
Kementerian Kebudayaan berharap Museum Passport dapat menjadi cara baru menikmati wisata museum sekaligus memperkuat budaya literasi sejarah dan kebudayaan di tengah masyarakat.
- Penulis :
- Arian Mesa





