
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan banjir melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan berintensitas tinggi dalam 24 jam terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir terjadi akibat luapan sungai yang dipicu curah hujan tinggi sehingga merendam ribuan rumah warga dan fasilitas publik hingga memaksa sebagian warga mengungsi.
"Banjir sudah mulai berangsur surut. Namun, petugas BPBD di masing-masing daerah terus bersiaga untuk melakukan penanganan darurat, kaji cepat, serta evakuasi warga ke tempat yang aman," kata Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5).
Ribuan Rumah Terendam di Kalimantan Selatan dan Jawa Barat
BNPB melaporkan banjir di Sulawesi Tengah melanda Desa Tuladenggi Pantai, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong pada Senin (18/5).
Bencana tersebut berdampak pada 66 warga dan merendam 66 rumah, satu fasilitas kesehatan, satu tempat ibadah, serta satu fasilitas umum.
Sementara di Kalimantan Selatan, banjir terjadi di Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Di Kabupaten Tapin, sebanyak 155 rumah di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan terendam banjir yang berdampak pada 589 jiwa.
Sedangkan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, banjir merendam tiga kecamatan dengan kerusakan mencapai 2.489 rumah warga, 12 fasilitas ibadah, 13 fasilitas pendidikan, dan 15 perkantoran.
Ketinggian air di wilayah tersebut berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter.
BNPB Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Di Jawa Barat, banjir melanda Kabupaten Cirebon akibat meluapnya sungai ke permukiman warga di empat kecamatan.
Sebanyak 1.363 rumah terdampak banjir dengan jumlah korban mencapai 5.139 jiwa.
Sebanyak 30 warga dilaporkan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat akibat banjir tersebut.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi mengingat curah hujan masih tinggi.
"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman," ujar Abdul Muhari.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





