HOME  ⁄  Nasional

KAI Optimalkan BBM Subsidi dan Uji Biodiesel B50 untuk Dukung Mobilitas Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KAI Optimalkan BBM Subsidi dan Uji Biodiesel B50 untuk Dukung Mobilitas Nasional
Foto: Ilustrasi - Uji Coba B50 pada Perkeretaapian Dukung Efisiensi Energi Nasional

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat realisasi penggunaan BBM subsidi mencapai 83.915.377 liter hingga 18 Mei 2026 pukul 09.20 WIB atau setara 39,15 persen dari total kuota BBM subsidi tahun 2026 sebanyak 214.342.000 liter untuk mendukung layanan transportasi publik dan distribusi logistik nasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan dukungan subsidi energi dari pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan layanan transportasi berbasis rel di Indonesia.

“Dukungan pemerintah melalui subsidi energi membantu menjaga keberlanjutan layanan transportasi massal yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat luas. KAI mengelola pemanfaatannya secara akuntabel dan terukur agar memberikan manfaat optimal bagi mobilitas nasional dan distribusi barang,” ungkap Anne.

Jumlah Penumpang Kereta Api Meningkat

KAI menyebut pemanfaatan BBM subsidi dilakukan secara terukur melalui penguatan tata kelola operasional dan pengendalian konsumsi energi pada perjalanan kereta api penumpang maupun barang.

Sepanjang Januari hingga April 2026, KAI melayani 19.218.440 pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal.

Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 17.709.669 pelanggan.

Peningkatan jumlah pelanggan disebut menunjukkan bertambahnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel yang dinilai lebih efisien dan berkelanjutan.

Selain melayani penumpang, energi operasional KAI juga digunakan untuk mendukung perjalanan angkutan barang berbagai komoditas strategis seperti peti kemas, semen, klinker, dan parcel.

KAI menilai kehadiran kereta barang membantu menjaga rantai distribusi nasional melalui kapasitas angkut besar dan waktu tempuh yang lebih terukur.

Penguatan transportasi rel juga disebut membantu mengurangi kepadatan kendaraan logistik di jalan raya sehingga mendukung efisiensi distribusi nasional.

KAI Uji Implementasi Biodiesel B50

Sebagai bagian dari efisiensi energi nasional, KAI bersama pemerintah melaksanakan pengujian lanjutan implementasi biodiesel B50 pada sarana berbasis diesel.

Pengujian dilakukan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta LEMIGAS melalui tahapan blending bahan bakar, pemeriksaan kondisi sarana, dan uji operasional pada lokomotif maupun kereta pembangkit.

Pengujian lokomotif dilakukan di Depo Sidotopo dengan fokus pada performa mesin dan konsumsi bahan bakar.

Sementara pengujian kereta pembangkit dilakukan di Depo Kereta Yogyakarta melalui evaluasi konsumsi bahan bakar dan pemeriksaan berkala setiap 300 jam operasi.

Anne menegaskan seluruh pengelolaan energi KAI tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan keandalan operasional.

“Kereta api setiap hari menghubungkan masyarakat, kawasan industri, pusat distribusi, hingga wilayah ekonomi di berbagai daerah. Karena itu, dukungan subsidi energi dan optimalisasi pemanfaatannya memiliki peran penting dalam menjaga mobilitas masyarakat, kelancaran logistik, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Anne.

Ia menambahkan seluruh tahapan pengelolaan energi dilakukan secara bertahap dan terukur agar kualitas layanan kepada pelanggan tetap terjaga.

Sepanjang 2025, penggunaan biodiesel pada layanan kereta api jarak jauh menghasilkan emisi karbon sebesar 127.315.192 kilogram CO2e atau sekitar 127,3 ribu ton dari layanan yang melayani sekitar 47,4 juta pelanggan.

Transportasi berbasis rel disebut memiliki tingkat emisi lebih rendah dibanding kendaraan pribadi sehingga dinilai mendukung sistem transportasi nasional yang lebih berkelanjutan.

Penulis :
Shila Glorya