HOME  ⁄  Nasional

TB Hasanuddin Minta Pemerintah Waspadai Tawaran AS Jadikan Kertajati Pusat MRO Hercules

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

TB Hasanuddin Minta Pemerintah Waspadai Tawaran AS Jadikan Kertajati Pusat MRO Hercules
Foto: Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin (sumber: DPR RI)

Pantau - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah berhati-hati terkait rencana menjadikan Bandara Kertajati sebagai fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul atau MRO untuk pesawat C-130 Hercules milik Amerika Serikat.

Ia menilai kerja sama tersebut bukan sekadar proyek industri penerbangan biasa, melainkan memiliki dimensi strategis, pertahanan, dan kedaulatan negara.

TB Hasanuddin Soroti Risiko Politik dan Hukum

TB Hasanuddin meminta keputusan menerima tawaran dari Amerika Serikat dilakukan secara hati-hati dan transparan.

Ia menegaskan pemerintah harus mengkaji seluruh aspek secara menyeluruh sebelum menyetujui kerja sama tersebut.

Menurutnya, perlu ada kejelasan mengenai cakupan operasional fasilitas MRO yang direncanakan di Kertajati.

Ia menilai jika fasilitas itu hanya digunakan untuk pesawat militer Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik, maka dapat menimbulkan persoalan hukum dan politik strategis.

“Persepsi publik bisa berkembang bahwa fasilitas tersebut merupakan bentuk pangkalan militer Amerika Serikat di Indonesia,” ujarnya.

TB Hasanuddin mengingatkan kondisi tersebut berpotensi berbenturan dengan peraturan perundang-undangan Indonesia dan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut pemerintah.

Ia juga menyoroti status Kertajati yang saat ini merupakan bandara sipil.

Menurutnya, penggunaan bandara sipil sebagai pusat perawatan pesawat militer asing membutuhkan penyesuaian regulasi dan tata kelola yang jelas.

Ia meminta adanya pengaturan zonasi agar aktivitas penerbangan sipil tidak terganggu.

TB Hasanuddin menegaskan pelayanan penerbangan sipil bagi masyarakat Jawa Barat harus tetap menjadi prioritas utama.

AS Tawarkan Indonesia Jadi Pusat MRO Hercules di Asia

Informasi mengenai rencana Kertajati menjadi fasilitas MRO disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat bersama Komisi I DPR pada Selasa, 19 Mei 2026.

Sjafrie mengungkapkan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menawarkan kerja sama pemusatan program pemeliharaan dan perbaikan pesawat C-130 Hercules di Asia dengan Indonesia sebagai pusatnya.

Tawaran tersebut disampaikan Pete Hegseth saat bertemu Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon pada April 2026.

TB Hasanuddin menilai tawaran yang datang langsung dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat menunjukkan adanya kepentingan strategis militer Amerika Serikat dalam kerja sama tersebut.

Ia mencontohkan sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Jepang, dan Filipina juga memiliki kerja sama MRO dengan Amerika Serikat.

Namun, menurutnya fasilitas MRO di negara-negara tersebut umumnya ditempatkan di kawasan industri khusus atau fasilitas industri perawatan pesawat domestik.

Dorong Keterlibatan Industri Pertahanan Nasional

TB Hasanuddin meminta pemerintah memastikan adanya manfaat nyata bagi industri pertahanan nasional dalam kerja sama tersebut.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya keterlibatan PT Dirgantara Indonesia dalam proyek MRO tersebut.

Ia menegaskan prinsip utama yang harus dijaga adalah kedaulatan negara dan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas dalam setiap keputusan kerja sama strategis.

Selain itu, ia berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat industri pertahanan dalam negeri.

Penulis :
Leon Weldrick