HOME  ⁄  Nasional

Gunung Dukono Kembali Erupsi, Kolom Abu Vulkanik Capai 600 Meter

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gunung Dukono Kembali Erupsi, Kolom Abu Vulkanik Capai 600 Meter
Foto: (Sumber : Arsip - Warga melihat abu vulkanik keluar dari Gunung Dukono yang terlihat di area bekas banjir lahar dingin Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra.)

Pantau - Gunung Dukono di Maluku Utara kembali mengalami erupsi dengan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 600 meter di atas puncak kawah pada Jumat pagi (22/5/2026).

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat erupsi terjadi sejak pukul 06.09 WIT.

“Kolom abu hasil erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah timur,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya di Jakarta.

Kolom abu tersebut berada pada ketinggian sekitar 1.687 meter di atas permukaan laut.

Aktivitas Vulkanik Terekam di Seismogram

Lana menjelaskan aktivitas erupsi Gunung Dukono terekam jelas melalui alat seismogram di Pos Pengamatan Gunung Api Dukono.

Amplitudo maksimum tercatat mencapai 13 milimeter dengan durasi gempa letusan selama 69,55 detik.

Petugas juga melaporkan aktivitas erupsi dan hembusan abu vulkanik masih berlangsung saat laporan berkala disusun.

Saat ini status aktivitas Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada.

Warga dan Wisatawan Diminta Jauhi Kawah

Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas di sekitar Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, warga diimbau selalu menyiapkan alat pelindung diri karena letusan disertai abu vulkanik terjadi secara periodik dan arah sebarannya bergantung pada kondisi angin.

“Badan Geologi merekomendasikan warga setempat untuk senantiasa menyiapkan masker serta penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi dampak buruk paparan abu vulkanik,” ujar Lana.

Paparan abu vulkanik dikhawatirkan dapat mengganggu sistem pernapasan masyarakat sewaktu-waktu.

Penulis :
Ahmad Yusuf