
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan pendidikan antarbudaya menjadi kekuatan penting dalam membentuk generasi masa depan yang mampu menjadi warga global tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.
“Menjadi warga global tanpa kehilangan jati diri sebagai Indonesia adalah kekuatan generasi masa depan yang dibangun melalui pendidikan antarbudaya,” ujar Abdul Mu'ti di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan National Symposium 70th Antarbudaya AFS yang digelar di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat.
Menurut Mu'ti, pendidikan antarbudaya tidak hanya memperkuat kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang memiliki empati, kemampuan berkolaborasi, dan perspektif global.
Pendidikan Karakter Jadi Fokus
Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Rita Pranawati mengatakan pendidikan harus mampu menghasilkan generasi yang berintegritas dan memiliki kepedulian sosial.
“Pendidikan antarbudaya dinilai menjadi salah satu ruang belajar yang relevan untuk membangun karakter tersebut,” kata Rita.
Ia menilai pengalaman lintas budaya dapat membantu generasi muda memahami keberagaman sekaligus memperkuat toleransi dan rasa kebangsaan.
Yayasan Bina Antarbudaya sebagai organisasi nirlaba diketahui telah mengelola program pertukaran pelajar AFS di Indonesia sejak 1985.
Program Antarbudaya Didorong Masuk Wilayah 3T
Rita juga mengajak AFS Indonesia memperluas jangkauan program pendidikan antarbudaya ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T, khususnya di Indonesia Timur.
“Kami mengajak AFS Indonesia untuk memperluas jangkauan program ke lebih banyak daerah di Indonesia Timur, khususnya wilayah 3T,” ujarnya.
Menurut Rita, banyak generasi muda di wilayah tersebut memiliki potensi besar namun belum mendapatkan akses yang sama terhadap pengalaman pendidikan antarbudaya.
Kemendikdasmen berharap penguatan pendidikan antarbudaya dapat menjadi salah satu langkah membangun generasi muda Indonesia yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global.
- Penulis :
- Aditya Yohan





