
Pantau - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) berperan sebagai penyedia stok perumahan nasional melalui pemanfaatan aset lahan di kawasan stasiun untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah.
Pernyataan tersebut disampaikan Fahri dalam penandatanganan nota kesepahaman antara KAI dan Bank Tabungan Negara (BTN) di Jakarta pada Jumat.
Fahri menilai pemanfaatan aset stasiun penting untuk memperbaiki keseimbangan antara pasokan dan permintaan di sektor perumahan yang selama ini belum terkelola secara optimal.
Ia mengatakan, "Yang saya tahu di seluruh Indonesia ada sekitar 600 stasiun yang dikelola oleh KAI dan di Jabodetabek ini ada sekitar 80. Maka kalau itu kita umumkan sebagai basis atau kantong-kantong stok perumahan maka supply demand-nya nyambung".
KAI Dinilai Punya Potensi Besar Kembangkan Hunian
Fahri menjelaskan persoalan utama sektor perumahan bukan hanya terkait pembiayaan, tetapi juga belum jelasnya mekanisme permintaan dan ketersediaan rumah di pasar.
Pemerintah mencatat backlog perumahan di Indonesia mencapai sekitar 12 juta unit, sementara realisasi pasar dinilai masih jauh di bawah kebutuhan tersebut.
Untuk mengatasi persoalan itu, Fahri mendorong pembentukan sistem antrean bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah.
Sistem antrean tersebut dirancang berbasis down payment atau keanggotaan agar permintaan masyarakat dapat terdata lebih akurat.
Fahri juga mendukung pengembangan hunian berbasis transit oriented development (TOD) di kawasan sekitar stasiun.
Menurutnya, konsep TOD dapat menjadi solusi penyediaan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.
Ia mengatakan, "Ini skalanya besar dan bisa mentransformasi kawasan perkotaan kita ke depan".
KAI Siapkan Proyek Hunian Vertikal di Manggarai
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan perusahaan memiliki aset lahan sekitar 327 juta meter persegi yang tersebar di berbagai kota besar di Jawa dan Sumatera.
KAI akan terus mendorong pengembangan hunian vertikal dengan memanfaatkan aset strategis di sekitar stasiun.
Hunian tersebut dirancang terintegrasi dengan sistem transportasi publik untuk mendukung mobilitas masyarakat perkotaan.
Salah satu proyek yang akan dikembangkan adalah hunian vertikal berbasis TOD di kawasan Stasiun Manggarai.
Proyek di kawasan Stasiun Manggarai dijadwalkan mulai dibangun pada Juli 2026.
KAI menyiapkan lahan sekitar 62 hektare di kawasan tersebut untuk pengembangan proyek.
Kawasan itu akan dikembangkan tidak hanya untuk hunian, tetapi juga area komersial, bisnis, dan fasilitas pendukung lainnya.
Proyek pengembangan tersebut akan dikerjakan oleh anak usaha KAI, yakni PT KA Properti Manajemen.
- Penulis :
- Arian Mesa





